Kukar Daftarkan 35 Ribu Warga ke BPJamsostek

user
elisa 10 Desember 2021, 10:15 WIB
untitled

Balikpapan, KRsumsel.com - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mendaftarkan sebanyak 35.440 petani, nelayan, dan buruh warga Kukar menjadi anggota BP Jamsostek. dengan menyisihkan dari APBD sebesar Rp1,78 miliar untuk membayarkan iurannya.

“Mereka semua yang kami daftarkan ini sebelumnya sudah ada di basis data kami di Dinas Sosial,” kata Bupati Kukar Edi Damansyah, Kamis. (9/12).

Menurut Edi, pendaftaran menjadi anggota BPJamsostek tersebut adalah bagian dari program peningkatan kesejahteraan dan pemberantasan kemiskinan di Kukar.

“Ini tindak lanjut dari nota kesepahaman antara kami Pemkab Kukar dengan BPJamsostek,” jelasnya.

Menurut Bupati, ada beberapa kriteria untuk agar bisa menjadi anggota BPJamsostek dengan iuran dibayarkan Pemkab Kukar.

Kukar Daftarkan 35 Ribu Warga ke BPJamsostek

Pertama yang bersangkutan bukan aparatur sipil negara (ASN), dan kedua bekerja di sektor yang rentan seperti jumlah penghasilan yang tidak pasti, jam kerja yang tidak tentu, dan sedemikian rupa secara alamiah pekerjaan tersebut membawa risiko mengalami luka hingga kehilangan nyawa.

Nelayan, misalnya, saat mencari ikan di laut atau di perairan lainnya, bisa saja mengalami cuaca buruk dan berbagai kejadian lainnya yang mengancam nyawa.

Karena itu, kata Bupati Edi, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang diberikan ini diharapkan membantu pekerja maksimal dalam pekerjaannya dan keluarganya merasa tenang saat ditinggal bekerja.

“Begitulah semestinya pemerintah mengayomi rakyatnya,” kata Direktur Utama (Dirut) BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo pada kesempatan yang sama.

Dalam kesempatan itu juga Dirut BPJamsostek menyerahkan santunan Jaminan Kematian dan Manfaat Beasiswa kepada ahli waris dan anak pekerja rentan dan Non ASN yang meninggal dunia. Jumlah santunan Jaminan Kematian (JKM) yang diberikan sebesar Rp168 juta untuk 4 ahli waris serta Manfaat Beasiswa untuk anak sebesar Rp216 juta sehingga total yang diberikan mencapai Rp384 juta.

“Santunan ini ada dari yang baru mendaftar bulan Oktober, ternyata takdirnya dua bulan kemudian meninggal dunia. Baru bayar iuran 2 kali yang dibayarkan Pemkab sebesar Rp16.800 dikali 2 sekitar atau Rp33.600. Santunan yang mereka dapatkan Rp42 juta.

Nah hal yang seperti ini tidak akan bisa dijamin oleh asuransi swasta ataupun asuransi komersial. Hanya BPJamsostek yang bisa,” kata Anggoro. (Anjas)

Kredit

Bagikan