Sejumlah NasDem di Daerah Sonorkan Nama Anies Baswedan ke Ketum

user
adminoke 06 Mei 2022, 08:28 WIB
untitled

Jakarta, KRSUMSEL.com - Gema usulan dari kader Partai NasDem agar nama Anies Baswedan jadi bakal calon presiden (capres) 2024 meluas. Suara dari sejumlah NasDem di daerah menghendaki nama Anies yang disodorkan ke Ketum Partai NasDem Surya Paloh untuk diputuskan jadi capres.

Ketua DPW Partai NasDem Aceh Teuku Taufiqulhadi menyambut positif mencuatnya nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi bakal capres dari sejumlah DPW NasDem. Taufiq menyebut usulan nama Anies jadi capres paling bergema di kalangan internal NasDem.

"Kami cukup senang melihat perkembangan rencana pencapresan Pak Anies Baswedan di tubuh Partai NasDem sejauh ini. Setelah Aceh, kini Banten, DKI, Jawa Barat, dan waktu dekat Kalimantan akan sepakat membawa nama Anies ke rakernas NasDem, Juni mendatang, di Jakarta," kata Teuku Taufiqulhadi kepada wartawan, Kamis (5/5).

Saat rapat kerja nasional pada pertengahan Juni nanti, tiga nama yang sudah disaring DPP dari usulan DPW NasDem akan diserahkan kepada Ketum Surya Paloh. Sedangkan pada September nanti, dari tiga nama itu dikerucutkan jadi satu nama.

"Rakernas itu akan memutuskan tiga nama untuk diserahkan kepada Ketua Umum Bapak Surya Paloh. September kemudian, tiga nama itu akan dikerucutkan menjadi satu nama. Atau mungkin dua di antara tiga itu akan disandingkan dalam satu paket capres NasDem," ujar Taufiq.

Intinya, segala keputusan nama capres NasDem berada di tangan Surya Paloh. Namun Taufiq menyebut usulan nama Anies dari daerah paling bergema.

"Semua kami serahkan kepada Ketum NasDem Bapak Surya Paloh nanti. Namun sejauh ini dapat saya sampaikan, nama yang bergaung sangat luas di NasDem adalah Anies Baswedan," imbuhnya.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya memprediksi tiga nama yang akan diusulkan NasDem menjadi capres adalah Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

"Saya pikir nama yang menurut saya hampir pasti akan masuk adalah Ganjar dengan Anies. Tapi yang menarik menurut saya munculnya nama Andika Perkasa," ujar Yunarto saat dihubungi, Rabu (4/5).

Yunarto menjelaskan, untuk Anies dan Ganjar, mereka memiliki elektabilitas yang tinggi di setiap survei. Sementara itu, Andika Perkasa ditebak Yunarto akan disiapkan untuk menjadi calon wakil presiden.

"Elektabilitasnya tinggi. Tapi di sisi lain juga bukan penentu kebijakan di partainya, seperti Mas Ganjar, atau Anies tidak berpartai," tuturnya.

"Nah, yang menarik adalah calon ketiga memang. Menurut saya, di luar dua nama ini, calon ketiga mungkin adalah sosok yang dianggap punya peluang untuk menjadi cawapres," sambung Yunarto.

Yunarto mengatakan Andika Perkasa memiliki keunikan dibandingkan pilihan-pilihan lain untuk menjadi cawapres. Pasalnya, Andika memiliki latar belakang militer.

"Dia memiliki uniqueness atau diferensiasi atau perbedaan yang unik dibanding nama-nama lain yang saya sebut tadi. Dia berasal dari kalangan militer. Dan kita tahu militer ini di masyarakat kita itu punya romantisme sejarah yang cukup kuat, terutama pada masa Orde Baru," jelasnya.

Meski demikian, kata Yunarto, bukan tidak mungkin nama Andika juga akan diusulkan sebagai capres. Dengan catatan, Anies dan Ganjar telanjur dipinang partai lain yang tak berkoalisi dengan NasDem.

"Saya melihat peluangnya lebih ke arah sana (Andika cawapres). Tetapi bisa juga akan jadi calon alternatif apabila misalnya dua nama seperti Anies dan Ganjar malah bergabung dengan poros lain. Bukan tidak mungkin dia akan jadi calon alternatif (jadi capres)," imbuh Yunarto.

Mayoritas Kader di DKI dan Banten Usulkan Anies

Ketua Teritorial Pemenangan Pemilu Banten-DKI Jakarta NasDem A Effendy Choirie menyebut mayoritas aspirasi kader NasDem di Banten dan DKI menghendaki Anies Baswedan jadi capres. Sebagian kader NasDem lainnya mengusulkan Andika Perkasa hingga Ganjar Pranowo.

"Nah, terkait Banten dan DKI, memang nanti masih ada perlu rapat, semacam rapat kerja wilayah DKI maupun Banten. Tapi, berdasarkan aspirasi dari bawah, dari DPD, dari DPW, dan dari DPD-DPD itu mencerminkan DPC, DPC juga mencerminkan aspirasi ranting, ranting juga mencerminkan masyarakat mayoritas di Banten dan DKI. Sekaligus juga atas dasar survei lembaga-lembaga, maka mayoritas di sana itu menghendaki Anies Baswedan," kata A Effendy Choirie atau Gus Choi kepada wartawan, Rabu (4/5).

Bukan cuma Anies, nama Andika Perkasa hingga Ganjar Pranowo juga muncul di bursa capres Partai NasDem. Usulan nama Andika hingga Ganjar Pranowo juga berasal dari kader NasDem DKI Jakarta dan Banten.

"Memang, muncul juga di DKI itu nama Panglima TNI (Andika Perkasa), muncul juga. Terus muncul juga nama Erick Thohir. Terus muncul juga nama Ganjar. Jadi sebetulnya nama-nama itu tidak mengerucut ke satu," ujar Gus Choi.

Gus Choi mengakui nama Anies Baswedan diusulkan mayoritas kader NasDem di Banten dan DKI. "Kecenderungannya begitu (mayoritas Anies), mungkin pengaruh Anies di Jakarta kuat. Iya, Jabodetabek betul. Memang hampir di Jabodetabek itu memang kuat," ujar Gus Choi.

Sementara itu, DPW NasDem Jabar bakal mengusulkan nama Anies Baswedan ke DPP NasDem. Keputusan NasDem Jabar berdasarkan pertimbangan matang.

"DPW NasDem Jawa Barat sudah menggodok kandidat dan kita pertimbangkan untuk mengusulkan nama Anies Baswedan sebagai capres ke Ketua Umum," kata Ketua DPW NasDem Jawa Barat Saan Mustopa seperti dilansir detikJabar, Rabu (4/5).

Nama Anies menyalip Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk diusulkan NasDem Jabar sebagai capres ke Surya Paloh. Padahal, beberapa waktu ke belakang, NasDem Jabar dan Kang Emil diketahui tengah membangun kedekatan untuk Pilpres 2024.

"Dari sekian banyak nama kandidat potensial di Jawa Barat, DPW NasDem Jabar mempertimbangkan sosok Mas Anies. Tapi ini sambil berjalan melihat sosok lain," ungkapnya.

Baca artikel detiknews, "Nama Anies Terus Disebut Kala Bursa Capres NasDem Mengerucut" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-6064884/nama-anies-terus-disebut-kala-bursa-capres-nasdem-mengerucut.

Kredit

Bagikan