Negara Apa Saja yang Tergabung di NATO?

user
adminoke 09 April 2022, 06:05 WIB
untitled

KRSUMSEL.com -- Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO) merupakan aliansi dari negara-negara di kawasan Eropa dan Amerika Utara yang bekerja sama pada bidang militer dan politik, serta bertujuan menjamin kebebasan dan keamanan anggotanya.

Aliansi ini berdiri pada 4 April 1949 oleh 12 negara anggota penggagas NATO.

Negara Apa Saja yang Tergabung di NATO?

Daftar 12 Negara Pendiri NATO

Melansir dari laman resmi NATO, kedua belas negara pendiri NATO meliputi:

Belgia

Kanada

Denmark

Prancis

Islandia

Italia

Luksemburg

Belanda

Norwegia

Portugal

Inggris, dan

Amerika Serikat (AS).

Landasan berdirinya NATO ditandai dengan penandatanganan The North Atlantic Treaty (Pakta Atlantik Utara), yang lebih dikenal sebagai Perjanjian Washington (Washington Treaty).

Perjanjian tersebut ditandatangani di Washington D.C, AS pada 4 April 1949 oleh Menteri Luar Negeri dari 12 negara pendiri.

Perjanjian Washington hanya berisi 14 pasal (article) yang isinya mengikat setiap negara anggota untuk berbagi risiko, tanggung jawab, dan manfaat dari sistem pertahanan kolektif.

Lima bulan setelah upacara penandatanganan, Perjanjian Washington diratifikasi oleh parlemen masing-masing negara, sekaligus mengikat keanggotaan mereka.

Selain itu, Perjanjian Washington telah mendapatkan legalitas resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Daftar Negara Anggota NATO

Selain 12 negara pendiri, berikut daftar negara anggota NATO lainnya serta latar belakang bergabung ke dalam aliansi tersebut, diurutkan berdasarkan tahun bergabung.

Yunani dan Turki (1952)

Tiga tahun setelah penandatanganan Perjanjian Washington, Yunani dan Turki bergabung dengan NATO pada 18 Februari 1952. Masuknya kedua negara tersebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap ekspansi negara komunis di Eropa dan negara lainnya.

Atas kondisi itu, maka NATO memandang bahwa memperluas keamanan ke Eropa bagian tenggara sangat penting. Keanggotaan NATO mampu mengekang pengaruh komunis di Yunani, serta membebaskan Turki dari tekanan Soviet pada akses rute maritim strategis.

Jerman (1955)

Jerman resmi menjadi anggota NATO pada 6 Mei 1955 sebagai anggota ke-15. Masuknya Jerman merupakan hasil musyawarah bertahun-tahun antara para pemimpin negara barat dengan Jerman, yang notabene penduduknya menentang segala bentuk persenjataan kembali.

Berdasarkan catatan CNN, Jerman Barat terlebih dahulu bergabung dalam NATO pada 6 Mei 1955. Kemudian, pada 3 Oktober 1990 Jerman bersatu kembali setelah 45 tahun terpecah menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur.

Dengan reunifikasi Jerman, maka Jerman Timur meninggalkan Pakta Warsawa dan ikut bergabung dalam NATO.

Spanyol (1982)

Spanyol bergabung dengan NATO pada 30 Mei 1982 sebagai anggota ke-16. Masuknya Spanyol mendapat penentangan dari publik yang cukup besar.

Akibatnya, Spanyol berpartisipasi penuh dalam kasus-kasus politik dalam NATO, namun menahan diri dalam bidang militer. Akan tetapi, pasukan Spanyol tetap ikut beroperasi dengan pasukan NATO lainnya dalam keadaan darurat.

Setelah reservasi Spanyol berangsur-angsur berkurang, maka Parlemen Spanyol pun mendukung partisipasi penuh negara itu dalam struktur komando militer terpadu NATO pada 1996.

Selain itu, perwakilan Spanyol, Javier Solana terpilih sebagai Sekretaris Jenderal NATO ke-9 untuk periode 1995-1999.

Republik Ceko, Hungaria, dan Polandia (1990)

Ketiga negara tersebut bergabung ke NATO pada gelombang pertama pasca-Perang Dingin sehingga menambah daftar negara anggota NATO.

Runtuhnya Tembok Berlin, bubarnya Pakta Warsawa, dan berakhirnya Perang Dingin membuka peluang penambahan anggota negara NATO yang menyasar negara demokrasi baru di Eropa Tengah dan Timur.

Pada 1995, NATO melakukan studi tentang perluasan cakupan anggota.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa berakhirnya Perang Dingin memberikan kesempatan untuk meningkatkan keamanan di kawasan Eropa dan Amerika Utara, sehingga perluasan keanggotaan NATO dapat berkontribusi pada tujuan tersebut.

Bulgaria, Estonia, Latvia, Lithuania, Romania, Slovakia, dan Slovenia (2004)

Ketujuh negara tersebut masuk secara bersamaan sebagai anggota NATO pada gelombang kedua pasca Perang Dingin.

Pada 29 Maret 2004, mereka secara resmi menjadi anggota aliansi, sehingga menjadikan gelombang kedua ini sebagai penambahan anggota terbesar dalam sejarah NATO.

Albania dan Kroasia (2009)

Kedua negara menjadi anggota resmi NATO pada 1 April 2009 sebagai anggota ke-27 dan 28. Sebelum menjadi anggota resmi, Albania dan Kroasia telah bermitra dengan NATO terkait reformasi sektor pertahanan dan keamanan.

Montenegro (2017)

Sebelum resmi bergabung sebagai anggota NATO, Montenegro juga telah menjalin kerja sama dengan aliansi. Pada 2006, usai mendapatkan kembali kemerdekaannya, Montenegro secara aktif mendukung operasi yang dipimpin NATO di Afghanistan.

Setelah kemitraan yang cukup panjang, akhirnya Montenegro resmi menjadi anggota NATO pada 5 Juni 2017.

Republik Makedonia Utara (2020)

Republik Makedonia Utara merupakan anggota ke-30, alias anggota terbaru NATO. Negara yang sebelumnya bernama Makedonia ini, resmi bergabung dengan NATO pada 27 Maret 2020.

Sebelum resmi menjadi anggota, Makedonia Utara telah banyak bermitra dengan NATO. Pada 1999, Makedonia Utara bergabung dengan program Kemitraan untuk Perdamaian atau Partnership for Peace (PfP) NATO pada 1995 dan Rencana Aksi Keanggotaan atau Membership Action Plan (MAP) pada 1999.

Demikian, daftar negara anggota NATO sejak pertama berdiri pada 1949 hingga 2020 lalu.

Meskipun sudah memiliki 30 negara anggota, NATO tetap membuka kesempatan bagi negara di Eropa untuk bergabung sebagai anggota dengan sejumlah persyaratan dan ketentuan.

Baca artikel CNN Indonesia "Daftar 30 Negara Anggota NATO dan Sejarah Bergabung" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20211222112507-140-737198/daftar-30-negara-anggota-nato-dan-sejarah-bergabung/2.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

Kredit

Bagikan