Malam Sakti Mura, Mengerikan buat Tottenham

oleh -280 pembaca

Murska Sobota, krsumsel.com – Satu lagi keajaiban sepakbola, datang dari Mura. Tim kecil di Slovenia yang masih bayi, namun mampu meluluhlantakkan Tottenham Hotspur tanpa ampun!
NS Mura menjamu Tottenham Hotspur dalam matchday kelima UEFA Conference League Grup G pada Jumat (26/11) dinihari WIB. Di atas kertas, tentu Spurs jadi unggulan.

Spurs punya pemain kelas dunia, sebut saja seperti Harry Kane, Son Heung-min, dan Dele Alli. Spurs juga pernah jadi finalis Liga Champions dan runner up Liga Inggris.

Apa daya, sepakbola bukanlah hitung-hitungan matematika. Sepakbola adalah keajaiban.

Segala sesuatu bisa terjadi selama 90 menit di lapangan sampai detik-detik terakhir. Tim unggulan tak melulu menang. Itulah yang ditampikan Mura.

Mura mampu mengalahkan Tottenham Hotspur 2-1 lewat pertandingan penuh drama. Mereka lebih dulu unggul lewat gol Tomi Horvat di menit ke-11.

Petaka buat Spurs, Ryan Sessegnon kena kartu merah pada menit ke-31. Namun Spurs, masih sanggup pegang kendali dan menyamakan kedudukan lewat Harry Kane pada menit ke-72.

Drama di menit akhir, Amadej Marosa mencetak gol di menit ke 90+4. Sebuah peluang terakhir, sepakan terakhir yang mampu dimaksimalkannya!

Kemenangan ini sekaligus jadi ajang balas dendam. Di mana pada pertemuan pertama, Mura jadi bulan-bulanan 1-5.

NS Mura berpesta, para pendukungan bersorak gembira. Mura hanyalah tim kecil dari Slovenia yang tidak diketahui orang-orang dan baru berusia sembilan tahun!

Mura yang berbasis di kota Murska Sobota, juga cuma dihuni 11 ribu penduduk. Mereka baru pertama kalinya main di kompetisi antarklub Eropa dan pertama kalinya meraih kemenangan kala menghadapi Tottenham Hotspur.

Peter Drury, komentator BT Sport yang terkenal dengan kata-kata puitisnya, menggambarkan dengan indah kemenangan Mura. Kemenangan yang sakti, menghadirkan senyum dan kebahagian tanpa batas buat orang-orang Slovenia.

Ini malamnya Mura, malamnya Slovenia. Tidak untuk Spurs, yang mengerikan…(*)

 

SUMBER