Kematian akibat COVID-19 di AS pada 2021 tembus 100.000 di tengah peluncuran vaksinasi

user
adminoke 08 Februari 2021, 07:46 WIB
untitled

Prediksi gabungan nasional dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat memperkirakan angka kematian baru akibat COVID-19 yang dilaporkan akan turun selama empat pekan ke depan, dengan 11.300 hingga 22.600 kematian baru yang diprediksi akan dilaporkan pada pekan yang berakhir 27 Februari mendatang.

WASHINGTON, KRSUMSEL.com -- Lebih dari 100.000 orang di Amerika Serikat (AS) telah meninggal akibat COVID-19 sejak 1 Januari 2021 seiring negara tersebut menggenjot peluncuran vaksin, menurut data dari Universitas Johns Hopkins (Johns Hopkins University/JHU).

Baca Juga : Gugatan Nasir Wani Ditolak di PTUN, KUD Sinar Pagi Menang

AS mencatat angka kematian akibat COVID-19 tertinggi di dunia. Hingga Sabtu (6/2) sore waktu setempat, negara tersebut telah melaporkan hampir 26,9 juta kasus dengan lebih dari 461.700 kematian, menurut perhitungan real-timedari JHU.

Sebuah model coronavirus yang berpengaruh memprediksi adanya kurang lebih 631.000 kematian akibat COVID-19 di AS per 1 Juni mendatang.

Menurut perkiraan terbaru dari Institut Evaluasi dan Metrik Kesehatan (Institute of Health Metrics and Evaluation/IHME) di Universitas Washington, hasil tersebut bergantung pada peluncuran vaksin dan penyebaran varian COVID-19. Skenario terburuk melibatkan angka kematian hingga 703.000.

Meningkatkan pemakaian masker dari level saat ini, yaitu 77 persen, menjadi 95 persen dapat menyelamatkan 44.000 nyawa hingga 1 Juni nanti, menurut model tersebut.

Prediksi gabungan nasional dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS memperkirakan angka kematian baru akibat COVID-19 yang dilaporkan akan turun selama empat pekan ke depan, dengan 11.300 hingga 22.600 kematian baru yang diprediksi akan dilaporkan pada pekan yang berakhir 27 Februari mendatang.

Seorang pria menerima suntikan vaksin COVID-19 di lokasi vaksinasi massal di Yankee Stadium di wilayah Bronx di New York, Amerika Serikat, pada 5 Februari 2021. (Xinhua/Kantor Gubernur Andrew Cuomo/Don Pollard)Orang-orang mendaftarkan diri kepada anggota Garda Nasional di luar lokasi vaksinasi massal di Yankee Stadium di wilayah Bronx di New York, Amerika Serikat, pada 5 Februari 2021. (Xinhua/Michael Nagle)

Prediksi gabungan nasional itu memperkirakan total 496.000 hingga 534.000 kematian akibat COVID-19 akan dilaporkan per 27 Februari.

Jumlah kasus COVID-19 dan pasien rawat inap menurun dari lonjakan yang terjadi baru-baru ini di seluruh wilayah AS, tetapi para pakar kesehatan memperingatkan bahwa galur coronavirusyang lebih menular dapat mengancam kemajuan yang telah dicapai dan kembali mengakibatkan lonjakan.

Saat ini, AS melaporkan rata-rata lebih dari 124.000 kasus baru dan lebih dari 3.200 kematian setiap harinya, menurut data CDC.

Kampanye vaksinasi nasional yang diluncurkan Presiden AS Joe Biden menargetkan pemberian 100 juta dosis vaksin coronavirusdua tahap dalam 100 hari pertama masa jabatannya.

Biden menyerukan pendirian 100 pusat vaksinasi massal di seantero AS dalam kurun waktu sebulan.

Hingga Jumat (5/1), lebih dari 59,3 juta dosis vaksin telah didistribusikan di seluruh AS, tetapi baru sekitar 39 juta dosis telah diberikan kepada warga, menurut data CDC. (anjas)

Kredit

Bagikan