Kementerian Perhubungan Sedang Menguji Implementasi Layanan E-pilotage Tahap Kedua

oleh -199 pembaca

Jakarta, KRsumsel.com – Kementerian Perhubungan sedang melakukan uji coba penerapan layanan electronic pilotage (e -pilotage) tahap II di perairan Indonesia untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan navigasi.

Dirjen Perhubungan Laut dalam sambutan yang dibacakan Direktur Navigasi Hengki Angkasawan menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya uji coba tersebut.

“Pada kesempatan kali ini, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penyelenggaraan e-pilotage test bed kali ini,” kata Hengki dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu.

Hengki mengatakan, uji coba tersebut bertujuan untuk mendapatkan masukan dan evaluasi guna mempersiapkan sarana dan prasarana serta regulasi dalam pelaksanaan pembinaan elektronik berdasarkan berbagai karakteristik jalur lalu lintas dan pelayaran serta mengoptimalkan peran VTS.

Dijelaskannya, konsep bimbingan elektronik / e-pilotage yang dapat diterapkan di Indonesia pada dasarnya merupakan pembinaan yang dilaksanakan oleh pengemudi dengan menggunakan dan memanfaatkan VTS sebagai sarana pendampingan pendampingan.

“Penerapan e-pilotage diharapkan dapat menunjukkan komitmen Kementerian Perhubungan dalam mengembangkan inovasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim, sesuai dengan regulasi internasional yang berlaku serta berdasarkan praktik dan implementasi yang dilaksanakan oleh negara, ” dia berkata.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disnav Kelas I Surabaya, Imam Hambali mengatakan dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat menjadi acuan untuk mendukung kegiatan test bed untuk meningkatkan pelayanan terkait keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan maritim di jalur pelayaran barat Surabaya. , sehingga diharapkan kapal-kapal yang berlayar dari atau keluar Pelabuhan Tanjung Perak dan sekitarnya dapat berlayar dengan aman.

“Kita sudah diamanatkan untuk melaksanakan kegiatan ini, melalui stasiun VTS Surabaya kapal akan dipandu secara elektronik, mulai dari tanda identifikasi MPMT atau Outerbuoy sampai ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Apalagi dalam kegiatan e-pilotage diperlukan beberapa unsur untuk Untuk menunjang kegiatan navigasi khususnya di jalur pelayaran Surabaya Barat, diperlukan kerjasama yang baik antara stakeholders dan pengguna jasa agar tidak terjadi kecelakaan nihil, ”kata Imam.

Layanan e-pilotage merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan navigasi kepada masyarakat dengan mengikuti perkembangan teknologi saat ini yang sedang berkembang pesat, termasuk teknologi keselamatan navigasi khususnya di bidang navigasi.

Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya merupakan pelabuhan terbesar di Jawa Timur, dimana akses ke dan dari pelabuhan tersebut melalui jalur pelayaran Surabaya Barat dan jalur pelayaran Surabaya Timur. Jumlah kapal yang melewati APBS adalah ± 150 kapal yang terdeteksi melalui AIS dan terdapat juga beberapa lokasi kritis yang berada di APBS.

Pelaksanaan test bed / test e-pilotage melalui VTS Station telah diprogramkan untuk dilaksanakan dalam 5 (lima) tahap yaitu tahap persiapan terkait sarana dan prasarana serta sumber daya manusia, tahap test bed / test bed, tahap test bed. tahap evaluasi, tahap penyusunan regulasi dan tahap pengaturan.

Pengujian dilakukan dengan mengacu pada ketentuan International Maritime Organization (IMO) dimana masih terdapat pembagian tanggung jawab antara pilot dan operator VTS.(Anjas)