Kekerasan Terhadap Perempuan di Penajam Kaltim Melandai

oleh -100 pembaca

Penajam, KRsumsel.com – Tindak kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) cenderung melandai, sehingga membuat pihak terkait bersemangat untuk terus meminimalisir kasus tersebut.

 

“Kekerasan terhadap perempuan pada 2019 dan 2020 masing-masing ada 8 kasus, namun hingga September ini turun jadi 4 kasus,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU Siti Aminah, di Penajam, Senin.

 

Aminah berharap tahun ini hanya bertahan di 4 kasus itu, tidak ada penambahan lagi hingga akhir 2021, karena pihaknya telah dan terus melakukan berbagai upaya, di antaranya dengan membentuk Unit Perlindungan Anak/perempuan Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di desa/kelurahan.

 

Unsur yang tergabung dalam unit PATBM meliputi kepala desa atau lurah, babinsa, bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat setempat. Sifat keanggotaan dalam PATBM adalah sebagai relawan.

 

Tugas anggota PATBM adalah untuk membantu melaporkan jika ada tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak, kemudian melakukan pencegahan kekerasan terhadap mereka di masing-masing desa atau kelurahan.