Kakanwil Pimpin Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus B MAN Prabumulih

oleh -859 pembaca

Palembang, KRSumsel.com -Pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) Kampus B MAN 1 Kota Prabumulih resmi dimulai. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA di Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Kamis (5/11).

Hadir juga dalam acara peletakan batu pertama, Staf Ahli Walikota Prabumulih Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Drs. Amilton, MM, Kepala Kankemenag Kota Prabumulih Drs. H. Yeri Taswin, para Kepala Bidang Kanwil Kemenag Sumsel, Camat Cambai H. Mat Zainal S.Ag, Kepala Desa Pangkul Zakaria Yadi SH, Pimpinan Bank Syariah Mandiri Kota Prabumulih, perwakilan Polres Prabumulih, para pejabat eselon IV Kanwil Kemenag Sumsel dan Kankemenag Kota Prabumulih, Ketua dan Anggota Dharma Wanita Kanwil dan Kankemenag Kota Prabumulih, serta para Kepala Madrasah.

Kepala Kantor Kemenag Kota Prabumulih Drs. H. Yeri Taswin M.Pd.I dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kakanwil dan para jajaran pada peletakan batu pertama. Juga kepada Pemerintah Kota Prabumulih yang memiliki banyak program keagamaan.

“Salah satunya keberhasilan mengumpulkan infak per tahunnya mencapai Rp350 juta. Dana itu digunakan untuk melakukan pembangunan bidang agama di Prabumulih. Tidak ada masjid di Prabumulih yang boleh meminta sumbangan di pinggir jalan, semuanya dianggarkan pemerintah. Selain itu, banyak majelis taklim di Kota Prabumulih, yakni sekitar 230 majelis taklim yang semuanya sudah resmi terdaftar. Ini merupakan bagian pembinaan dari Walikota Prabumulih,” tutur Yeri.

Pada kesempatan itu, Yeri juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan Kepala Desa Pangkul, atas kesediaan menghibahkan lahan desa kepada Kementerian Agama.

“Lahan ini sampai ke depan mencapai empat hektar. Adapun yang sudah dihibahkan kepada Kemenag adalah dua hektar atau tepatnya 19.475 meter.

Apabila Kemenag mampu merealisasikan apa yang diinginkan masyarakat Desa Pangkul, kita dijanjikan akan mendapatkan hibah yang dua hektar lagi,” jelas Yeri.

Untuk pembangunan tahap pertama ini, lanjut Yeri, rencananya dibangun tiga lokal. Dana yang ada sementara adalah infak dari pegawai dan pihak-pihak yang tidak terlarang.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Saya berikan apresiasi kepada karyawan dan karyawati. Rasa bahagia dan senang atas apresiasi masyarakat. Mudah-mudahan pembangunan ini lancar,” tuntas Yeri.

Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Drs. Amilton, MM dalam sambutannya menegaskan, Pemerintah Kota Prabumulih sangat konsen dalam pembangunan keagamaan di Prabumulih. Dibuktikan dengan banyaknya program keagamaan yang langsung menyentuh kepada masyarakat.

“Prabumulih memang bukan kota santri. Namun Walikota sangat ingin membangun nuansa keagamaan yang kental di Prabumulih. Mulai dari kelas 4 SD, siswa harus bisa membaca al Quran. Program ini beliau masukkan di program pendidikan yang tercantum di rapor siswa. Apabila siswa kelas 4, 5, dan 6 tidak bisa baca tulis Quran, maka tidak bisa masuk SMP. Bagi Kepala Sekolah yang anak didiknya tidak mencapai 90 persen bisa membaca Quran, akan dievaluasi. Selain itu, ada juga program isbath nikah,” tegas Amilton.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA dalam sambutannya mengajak untuk bersyukur karena Allah SWT selalu memberikan yang terbaik untuk umat manusia.

“Fa’alul Limaa Yuriid. Kita bisa kumpul di sini juga karena Allah. Kalau sudah mewakafkan di jalan Allah untuk masyarakat, Allah akan berikan yang terbaik untuk kita. Jarang tanah seluas dan sebagus ini diserahkan ke Kementerian Agama. Artinya, kalau sudah diserahkan ke Kemenag, insya Allah akan digunakan untuk kepentingan agama,” terang Mukhlisuddin.

Mukhlisuddin juga mengajak untuk menyambut baik program pengembangan sektor keagamaan yang dicanangkan Pemerintah Kota prabumulih.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Pemerintah Kota Prabumulih serta masyarakat Desa Pangkul. Tanah di sini sangat bagus dan elok. Segera urus sertifikatnya, tahun depan saya izinkan menggunakan dana SBSN untuk pembangunan Kampus B ini. Adapun adanya sumbangan yang tidak mengikat, silahkan. Asalkan tidak melanggar tidak prosedur serta proporsional dan profesional,” jelas Mukhlisuddin. (quds)