Polisi Ditahan Terkait Tewasnya Pria yang Rayakan Kekalahan Tim Iran

user
Elisatri Putri 09 Desember 2022, 12:05 WIB
untitled

Krsumsel.com - Iran telah menahan seorang kepala polisi setempat terkait kasus penembakan hingga menewaskan seorang pria yang sedang merayakan kekalahan Timnas Iran di Piala Dunia 2022 baru-baru ini. Demikian kata media lokal mengutip seorang pengacara keluarga.

"Mehran Samak (27) meninggal di utara kota Bandar Anzali pada 30 November lalu setelah terkena peluru senapan,"kata media hukum Mizan Online seperti dilansir AFP, Jum'at (9/12). Seorang pejabat polisi mengatakan kepada kantor berita negara IRNA, Samak terbunuh dalam suatu kerumunan setelah kekalahan tim Iran dari musuh bebuyutan Amerika Serikat.

Kekalahan di Qatar itu menyingkirkan Iran dari turnamen tersebut dan mendapat tanggapan beragam dari pendukung pro dan anti-pemerintah. "Almarhum Mehran Samak terkena senapan dan meninggal karena luka-lukanya,"kata Kolonel Mahmoud Rajabi, penasihat hukum kepolisian provinsi Gilan.

Dia mengatakan kepada IRNA, sejumlah tersangka telah ditangkap dalam penyelidikan, tetapi laporan itu tidak mengidentifikasi mereka. "Sejumlah orang, termasuk Kolonel Jafar Javanmardi, mantan komandan kepolisian Bandar Anzali, sedang diselidiki,"kata Rajabi.

"Seorang pengacara yang mewakili keluarga Samak menulis di media sosial bahwa kepala polisi kota adalah salah satu dari mereka yang ditangkap,"menurut kantor berita Tasnim. "Seminggu setelah kematian Mehran Samak dan berdasarkan bukti-bukti, Jafar Javanmardi, Komandan Polisi (Bandar) Anzali . ditempatkan dalam penahanan pra-sidang,"kata pengacara Majid Ahmadi, dikutip Tasnim Rabu kemarin.

Ahmadi menuduh Javanmardi telah didakwa melanggar aturan penggunaan senjata api, "yang mengakibatkan kematian Mehran Samak". Kepolisian setempat mengatakan kepada Tasnim bahwa mereka mungkin mengajukan gugatan terhadap Ahmadi atas jabatannya.

Kelompok-kelompok hak asasi asing mengatakan Samak telah ditembak mati oleh pasukan keamanan Iran setelah membunyikan klakson mobilnya selama perayaan setelah kekalahan Iran di Piala Dunia. IRNA mengutip Rajabi, penasihat hukum polisi, yang mencatat "pentingnya masalah ini," dan mengatakan "hasilnya akan diumumkan oleh pengadilan."

Iran telah dicengkeram oleh protes sejak kematian Mahsa Amini 16 September dalam tahanan menyusul penangkapannya karena diduga melanggar aturan berpakaian ketat Republik Islam Iran untuk perempuan. Seorang jenderal Iran mengatakan pekan lalu bahwa lebih dari 300 orang tewas, termasuk puluhan personel keamanan.(net)

Kredit

Bagikan