Diringkus Unit Reskrim Polsek Sekayu, Pengedar UPAL ini Terancam 15 Tahun Penjara

user
Elisatri Putri 14 September 2022, 16:49 WIB
untitled

Krsumsel.com - Seorang pengedar Uang palsu (Upal) berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Sekayu Resor Musi Banyuasin (Muba). Bahkan video pelaku ini sempat viral saat hendak berbelanja menggunakan UPAL tersebut.

Kejadian tersebut sempat terekam melalui kamera CCTV yang terdapat di salah satu warung toko manisan di wilayah Kelurahan Balai agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba belum lama ini.

Kapolres Muba AKBP Siswandi, SIK melalui Kapolsek Sekayu Iptu Suvenfri kepada awak media, Rabu (14/09/2022) membenarkan penangkapan terhadap seorang pelaku yang hendak berbelanja dengan menggunakan uang palsu yang sempat viral di media sosial.

"Berbekal informasi tersebut, Unit Reskrim kita melakukan mapping atas kejadian tersebut dan berhasil mengamankan pelaku yakni Nur Safei (39), dikediamannya di Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu pada,Senin (12/9/22) sekira pukul 10.30 WIB, " ungkap Suvenfri.

Sambung Suvenfri, selanjutnya anggota kita melakukan pengeledahan di dalam rumah tempat tinggal pelaku. Alhasil ditemukan 3 lembar yang diduga uang palsu pecahan Rp100.000 yang disimpan di dalam dompet warna hitam yang berada di kantong celana belakang sebelah kanan, di dalam lemari dan yang terkapar di lantai samping lemari.

Selanjutnya atas ditemukan barang bukti tersebut, pelaku Nur Syafi'i berikut seluruh barang bukti yang ditemukan langsung diamankan ke Polsek Sekayu.

"Pelaku mengaku mendapatkan uang palsu dengan nominal Rp.100.000 tersebut dari temannya “K” yang saat ini menjadi DPO sebanyak Rp.500.000, " Jelas Suvenfri.

Ditegaskan Suvenfri, pelaku sudah membelanjakan uang tersebut sebanyak 2 kali. Dimana yang pertama untuk membeli rokok dengan nilai Rp 14 ribu rupiah dan mendapat uang pengembalian dari hasil belanja tersebut sebesar Rp 86 ribu rupiah uang asli dan yang kedua kalinya ditolak oleh pemilik warung dan terekam kamera pengawas cctv.

Saat ini kita telah mengamankan barang bukti berupa empat lembar yang diduga uang palsu pecahan Rp.100.000, Satu buah dompet kulit warna hitam, Satu lembar baju kaos warna hijau dengan tulisan BLLBNG dan Satu lembar celana panjang warna cream merk mild

Pelaku Nur syafi’I saat diintrogasi membenarkan perihal tersebut, dan ia menerima uang tersebut dari temannya “K” sebanyak lima ratus ribu rupiah, dan telah dibelanjakan sebanyak satu kali, satu uangnya tercecer dan tiga lainnya ditemukan petugas dirumahnya, dan ianya baru dua kali mencoba membelanjakan uang tersebut satu berhasil dan satu tidak ungkapnya.

"Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 26 UU RI Nomor 7 tahun 2011 Jo Pasal 36 Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 10 sampai 15 tahun kurungan penjara dan denda Rp 10 Miliar hingga Rp 50 Miliar dan perkara tersebut sudah kita limpahkan ke polres muba. Guna penyidikan lebih lanjut, " Tandasnya.(AS)

Credits

Bagikan