Syarat Kredit Mobil Makin Ribet, Bisnis Leasing Menjerit!

user
adminoke 17 Mei 2020, 20:35 WIB
untitled

Jakarta, KRSUMSEL.com - Pandemi corona tak hanya menghajar pabrik otomotif, tapi juga perusahaan pembiayaan yang kelimpungan akibat penjualan lesu selama beberapa bulan terakhir.

Lesunya penjualan semakin menjadi-jadi karena syarat untuk kredit mobil dan motor kini semakin ribet. Akibatnya, penjualan mobil anjlok habis di bulan lalu.

"Jadi ya penyebabnya beberapa perusahaan pembiayaan menyetop landing. Yang namanya memberi pinjaman diberi syarat dan diperketat karena takut berisiko macet bayarnya," ujar Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno kepada CNBC Indonesia, Sabtu (16/5/2020).

Suwandi mengatakan bahwa penjualan mobil kredit bulan lalu hanya 24.000 unit yang umumnya sekitar 80.000 unit. Hal tersebut membuat beberapa perusahaan pembiayaan menghentikan landing.

Dia menyebut uang muka kredit kini dinaikkan menjadi 30% bukan lagi 15 - 20 persen. Sebab para nasabah dengan uang muka kecil dikhawatirkan memiliki masalah pada pekerjaannya dan tak mampu bayar cicilan.

"Sekarang uang muka 30 persen kalau dulu 15-20 persen. Kenapa tinggi, ini diharapkan orang yang serius membeli mobil dan punya modal di depan cukup besar kalau DP kecil dikawatirkan nasabah masih bekerja  tahu-tahu kena masalah dan dirumahkan," papar dia.

BACA JUGA :

Ini Data Sebaran 529 Kasus Baru Covid-19 di 27 Provinsi, Jatim Tertinggi

Ini Kronologi Anggota Polisi yang Pergoki Istrinya Sedang Berhubungan Badan dengan Seorang TNI

1 Juli Iuran BPJS Kesehatan Berubah: Berikut Rincian Biaya Kelas I, II, dan III

Gegara Anjing, Buruh Panen Sawit Tewas Ditusuk Rekan Kerja

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut pandemi Covid-19 memukul industri otomotif. Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menyebut target Indonesia ekspor 1 juta unit mobil pada 2025 kemungkinan sulit dicapai.

Data terbaru Gaikindo mencatat, penjualan mobil pada April 2020 tercatat hanya 7.871 unit atau ambles 90,6% (year on year/yoy) dibandingkan April 2019 yang tercatat 84.056 unit.

Dibandingkan Maret 2020, penjualan juga drop sangat parah atau turun sebesar 89,7%. Pada Maret 2020 penjualan sempat masih tercatat 76.811 unit atau hanya turun 15% dibandingkan dengan Maret 2019 yang masih mencatatkan penjualan 90.368 unit.

Penjualan mobil Maret 2020 adalah sempat yang terendah selama 9 bulan terakhir. Ini karena pada Juni 2019 sempat penjualan hanya mencapai 59.600 unit, tapi itu karena ada libur lebaran 2019.

sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20200516160314-4-158987/syarat-kredit-mobil-makin-ribet-bisnis-leasing-menjerit

Kredit

Bagikan