Kisah Si Pahit Lidah Mengutuk Pengantin Jadi Batu di Bukit Batu OKI

user
adminoke 30 Mei 2020, 11:28 WIB
untitled

Desa Bukit Batu di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan memiliki destinasi wisata arkeologi dengan legenda yang memukau. Datang dan dengarkan sendiri kisah kutukan Si Pahit Lidah.

Di Sumatera Selatan, sangat dikenal legenda Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat, dua tokoh sakti dari masa lalu. Khusus kesaktian Si Pahit Lidah, yakni dia mampu menyumpah apa pun menjadi batu, termasuk manusia.

Legenda ini muncul lantaran di Sumatera Selatan banyak sekali ditemukan batu andesit berwujud manusia atau hewan. Benda-benda ini dalam versi arkeologi, merupakan artefak hasil dari kebudayaan Dataran Tinggi Bukit Barisan Pasemah yang tumbuh sekitar 2.000 tahun SM.

Terlepas soal itu, legenda tentang kesaktian Si Pahit Lidah tetap tumbuh di masyarakat di Sumatera Selatan hingga saat ini. Salah satu hasil dari legenda itu yakni objek wisata Bukit Batu atau Batu Gajah di Desa Bukit Batu, Kecamatan Panglan Lampam, Kabupaten OKI.

"Lokasi ini sangat dijaga masyarakat, sebab masyarakat percaya jika lokasi itu dirusakan akan membawa malapetaka. Jelas sekali Bukit Batu merupakan wisata sejarah dengan background legenda yang memukau," kata Asisten II Pemkab OKI, Edward Candra, dalam perbincangan dengan detikTravel, Kamis (26/7/2012).

Konon kisahnya, Si Pahit Lidah yang juga dikenal dengan nama Serunting Sakti, berkunjung ke wilayah Pampangan dan Tulung Selapan dari seberang lebak atau rawa yang luas. Si Pahit Lidah mendengar ramai masyarakat yang sedang melaksanakan pesta perkawinan. Dia pun berniat buat melihat atau datang ke acara perkawinan tersebut, tetapi dia tidak memiliki perahu.

Dia pun berulang kali memanggil warga dan hewan yang ada diseberang agar dapat menyeberangkannya. Tapi tidak ada yang menggubrisnya. Di puncak kekesalannya Si Pahit Lidah menyumpah apa yang ada diseberang, baik tengah berjalan maupaun tidak berjalan, menjadi batu.

Maka jadilah semua yang ada di wilayah itu menjadi batu, seperti gajah, lesung, pengantin, payung, dan lainnya. Sampai saat ini, hasil sumpah Si Pahit Lidah ini tetap ada di Desa Bukit Batu, seperti batu lesung, batu pengantin, batu gajah.

Jarak lokasi Bukit Batu dengan Kota Palembang sekitar 70 kilometer, atau perjalanan sekitar 1,5 jam.

Biasanya, ketika pengunjung hendak menuju ke Bukit Batu, dipastikan para tamu yang ditemani oleh juru kunci, penjaga taman Bukit Batu, Abu Samah alias Wag Gabus (83) akan disambut oleh Gajah yang dalam keadaan ke empat kaki tertekuk, duduk. Tapi, gajah disini berbentuk Batu Gajah yang terkena kutukan berada dibawah pohon.

Pengunjung sebelum melihat-lihat beragam jenis batu disini sebaik lebih awal mengucapkan salam kepada Serunting Sakti. Tak jauh dari Batu Gajah berjarak 150 meter bisa ditempuh dengan sepeda motor maupun naik mobil.

Setelah sampai di tempat Serunting Sakti, pengunjung bisa beristirahat sejenak di gubuk Serunting Sakti dengan ukuran 3 x 8 meter yang berdinding setengah dinding batu berlantaikan keramik dan beratapkan seng. Bangunan ini, dibangun oleh warga desa yang membayar niatnya untuk menegakan tempat untuk Serunting Sakti, karena hajatnya terkabulkan oleh Allah SWT, ketika berminta dan berdoa di sekitar tempat persinggahan Serunting Sakti.

“Ini tempatnya Serunting Sakti beristirahat,” kata Wag Gabus yang mengenakan kaos hitam. Tempat ini lanjutnya biasa didatangi orang yang mau mengirimkan alfatehah dan yasin kepada Serunting Sakti.

Sampai sekarang di tempat Serunting Sakti masih dikenal sebagai tempat keramat yang sakral untuk bersemedi khususnya di malam Jumat atau bulan purnama. Orang yang mempunyai niat khusus, misalnya ingin berhasil dalam suatu hal, sukses dalam usaha bisa memohon petunjuk disini.

“Tapi, tempat kita kembalikan kepada Yang Maha Kuasa, Yang Maha Kaya, Yang Maha Segalanya tak lain Allah SWT,” timpal Junaidi warga Desa Sungai Batang OKI pendamping tamu dari Palembang.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Bukit Batu Serunting Sakti, https://palembang.tribunnews.com/2015/11/16/bukit-batu-serunting-sakti?page=all.

Penulis: wartawan

Editor: Tarso

https://travel.detik.com/destination/d-1976988/kisah-si-pahit-lidah-mengutuk-pengantin-jadi-batu

Kredit

Bagikan