Misteri Hilangnya Perkampungan di Kayuagung OKI

user
adminoke 13 Juni 2020, 10:04 WIB
untitled

Alkisah dari sebuah misteri ini adalah berawal dari terjadinya sebuah pergolakan baik perebutan kekuasaan dan juga menentang aliran kepercayaan animisme dan agama nasrani untuk masuk kewilayah penduduk pribumi Kayuagung yang bersal dari leluhur keturunan Mesir dan juga suku Lampung sereta suku jawa yang terusir dari beberapa kerajaan kecil ditanah jawa.

Pada masa itu penduduk Kayuagung yang mendiami dua wilayah yang dipisahkan oleh aliran sungai yang sekarang disebut sungai Komering. Penduduk keturunan Mesir hidup mereka terkenal sebagai orang yang kaya raya,sedangkan yang leluhurnya dari tanah jawa kehidupan sederhana namun sangat dikenal sopan santunnya serta banyak yang berjiwa sosial. Ada pula suku yang berasal dari suku Lampung ,dan suku Batak Sekala Borak, kelompok ini banyak memiliki kemampuan gaib. akan tetapi, ada dua saudara dari leluhur berdarah Mesir, mereka berdua adalah saudara sepupu yang mempunyai kemampuan untuk menutupi pandangan orang yang berniat jahat pada mereka bahkan mereka bisa menutupi pandangan orang awam terhadap sebuah kawasan sekalipun.

Suatu hari daerah Kayuagung kedatangan seorang ulama dari daerah Banten yang bernama Ki.Riduwan Hasyim Rasyid beliau adalah seorang kiyayi berdarah mesir sahabat dari puyang Yusuf dan Sulaiman keturunan Mesir yang hidup di daerah Kayuagung. mereka berdua adalah saudara sepupu,Sulaiman hidup di dusun Paku ( sebutan dusun saat ini ) sedangkan Yusuf menghuni wilayah Kedaton sebelum dia mengungsi ke Perigi. Pertemuan tiga tokoh ini dihadiri oleh tokoh ulama orang pribumi keturunan suku Lampung.dia adalah sepupu dari Mukedum dan juga tokoh ulama dari kawasan Kijang Batu ampar yang konon dia adalah garis keturunan darah Batak Sekala Borak.asda juga para kiyayio keturunan Mesir yang tinggal di Tanjung Lubuk.

Kehadiran ulama Banten tersebut mengabarkan bahwa tanah Jawa sudah dimasuki kaum nasrani kebangsaan Belanda. Mereka akan menjajah pulau jawa dan Sumatera. Mendengar berita itu, puyang Yusuf dan Sulaiman merasa gerah.Asumsi mereka kata menjajah itu adalah upaya merampas harta kekayaan dan juga akan memasukkan aliran agama nasrani di tengah masyarakat Kayuagung dan sekitarnya. imkan dalam rombongan itu tuaan yang di tua.

Dari hasil pertemuan itu, seminggu kemudian Puyang Yusuf dan Sulaiman membuat maklumat pada penduduk Kayuagung. adapun maklumat itu berbunyi ...Bagi penduduk yang banyak menyimpan harta emas intan berlian, dan juga taat pada ajaran Islam,jika tidak mau dijajah Belanda, mari ikut bersama kami untuk membangun dusun di daratan talang hutan mulai dari hutan Perigi sampai hutan Kedaton. Alasan membuat dusun dijelaskan pada penduduk. Mendengar maklumat itu, banyak sekali orang orang bersama anak pinak mereka ikut membuka kawasan pemukiman baru.

Puyang Sulaiman yang ditua tuakan dalam rombongan itu, bersama Puyang Yusuf, mereka membagi wilayah penduduk menjadi 4 wilayah sesuai dengan kemampuan dan karakter tempat penduduk yang berjiwa kehidupan penduduk itu masing masing.Wilayah Perigi tempat pemukiman para ahkli dibidang kepercayaan,kutaraya tempat kelompok orang berjiwa sosial tapi sering menguji keimanan manusia,wilayah Kedaton adalah kumpulan para akhli dibidang pengobatan.

Setelah wilayah dibagi 3 kekuasaan, satu daerah khusus tempat pemukiman orang orang berstatus ningrat dalam arti mereka yang banyak harta kekayaannya yaitu diwilayah paling talang dihutan kutaraya berbatasan dengan perigi. Konon nama negeri tersebut bernama " Tiyuh Beruyut " maksudnya gabungan dari beberapa rumpun keluarga. berpuluh tahun tiyuh Beruyut damai dan tentram.

Pada suatu dekade, Kayuagung benar benar kedatangan orang(serdadu Belanda).Namun saat itu mereka hanya meninjau.Kedatangan mereka telah mengusik ketentraman masyarakat sekitar. Puyang Yusuf mengumpulkan beberapa tokoh masyarakat, mulai tokoh agama sampai tokoh pengobatan .Puyang Yusuf mulai memagari wilayah kekuasaannya dengan kemampuan gaibnya agar orang2nya serta daerah mereka tidak terlihat oleh siapapun diluar orang orang mereka.

Puyang Sulaiman juga bersahabat dengan beberapa tokoh sakti didaerah Kayuagung,baik Seriang Kuning maupun Langkuse. Mereka bersatu padu untuk menjaga Kayuagung dari gangguan penjahat apalagi yang namanya penjajah.Saking akrabnya dua tokoh tersebut dengan para orang2 sakti di daerah tsb,ada beberapa ilmu kebatinan diturunkan pada para sahabatnya, kecuali ilmu untuk menutupi penglihatan. TAHUN DEMI TAHUN DAERAh KAYUAGUNG MULAI DIUSIK OLEH SERDADU BELANDA. Negori yang bernama Tiyuh Beruyut selalu di intai oleh serdadu belanda karena daerah ini dianggap sebagai basis orang pribumi yang gagah.

suatu ketika, puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman harus berangkat ketanah suci menunaikan ibadhah haji, mereka sempat menitif pesan pada Seriang Kuning agar dijaga sepenuhnya rakyat yang ada di dalam Tiyuh Beruyut tersebut. Sulaiman memberikan ilmu kebatinan pada Seriang Kuning.Namun ilmu untuk membuka dan menutup pandang dengan sehelai daun tidak diserahkan. Mereka berangkat berbulan bulan lamanya bahkan dalam kurun waktu bertahun. Daerah kekuasaan Sulaiman dan Yusuf terlanjur dikunci,orang penghuninya sempat di tutupi,mereka berangkat ke tanah suci.kabar berita tentang mereka berdua tak terdengar beberapa bulan bahkan bertahun.

Suatu saat ada kaBar bahwa mereka berdua meninggal saat menunaikan ibadah haji di tanah Mekkah. dusun terkunci, rakyat didalamnya terselubungi oleh gaib, yang akhirnya hilang dari pandangan orang awam. Lantaran itu dia disebut sebagai negori silop karna saat dikunci oleh dua tokoh tersebut yang tidak sempat dibuka lagi.

Pada hakekatnya negeri itu memang ada tapi tiada.Banyak misteri terjadi setelah hilangnya perkampungan itu.bahkan diabad sekarang ini sering muncul beragam misteri ditengah masyarakat Kayuagung.

Jadi jika disimpulkan bahwa sebelumnya daerah itu memang ada nampak,tapi lantaran tertutup oleh kemampuan gaib yang tidak sempat dibuka oleh sang penguncinya, maka kesannya daerah itu menghilang yang identik disebut oleh masyarakat Kayuagung sebagai Negori Silop.

Sumber cerita Bpk Yus Lizal

Kredit

Bagikan