Gugus Tugas: 2.500 Tenaga Pendidik di Kulon Progo Belum Divaksin

oleh -97 pembaca

Kulon Progo, KRsumsel.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan sekitar 2.500 dari 10.140 tenaga pendidik di daerah itu belum divaksin karena keterbatasan alokasi vaksin dari Dinas Kesehatan DIY, padahal pada Juli 2021 akan melaksanakan tahapan pembelajaran tatap muka (PTM).

 

“Ada sekitar 2.500 guru atau petugas sekolah yang sama sekali belum menjalani vaksinasi. Sasaran untuk tenaga kependidikan berjumlah sekitar 10.140 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Kamis.

 

Ia mengatakan realisasi vaksinasi di Kulon Progo sendiri baru mencapai 10,75 persen atau sekitar 36.037 dari target 335.122 sasaran. Adapun rinciannya, vaksin bagi tenaga kesehatan tercapai 3.390 atau 97,89 persen dari 3.463 sasaran, target pelayan publik tercapai 20.747 atau 88,61 persen dari 23.414 sasaran.

 

Selanjutnya, lansia tercapai 11.248 atau 14,34 persen dari 78.421 sasaran. Kemudian untuk masyarakat umum tercapai 234 atau 0,04 persen dari 183.859 sasaran dan masyarakat rentan telah tercapai 418 atau 0,91 persen dari 45.965 sasaran.

 

Pada tahapan vaksinasi, kata dia, gugus tugas juga akan melakukan model baru terhadap penyuntikan vaksin COVID-19. Pada vaksin dosis pertama akan digunakan vaksin Astrazeneca kemudian dosis kedua digunakan vaksin Sinovac.

 

“Kami melakukan percepatan vaksinasi setelah mendapat vaksin dari Dinkes DIY,” kata Baning Rahayujati.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kulon Progo Rina Nuryati mengatakan total ada sebanyak 7.529 tenaga kependidikan yang telah menyelesaikan vaksinasi dosis pertama. Setelahnya, tenaga kependidikan yang sudah tervaksin tersebut akan melanjutkan menyelesaikan tahapan vaksinasi usai penyuntikkan dosis kedua.

 

“Untuk total tenaga kependidikan yang sudah tervaksin dosis pertama ada 7.529. Capaian target vaksinasi tersebut belum sesuai dengan sasaran yang sebelumnya ditentukan,” katanya.(Anjas)