Pertamina Telah Bangun 390 Penyalur BBM Satu Harga di 123 Kabupaten

user
krsumsel 03 November 2022, 11:54 WIB
untitled

Krsumsel.com - Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution menyatakan pihaknya telah membangun 390 lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga yang tersebar di 123 kabupaten di seluruh Indonesia termasuk 54 kabupaten daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

"Ke depan Pertamina akan terus memastikan distribusi ke lembaga penyalur BBM Satu Harga berjalan dengan baik, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat kualitas dalam mewujudkan keadilan energi,”ucapnya pada peresmian 47 lembaga penyalur BBM Satu Harga lewat keterangan resmi di Jakarta, Kamis (3/11).

Pada tahun 202, pihaknya telah membangun 69 penyalur BBM Satu Harga dari target 92 lokasi. Hingga tahun 2024 Pertamina Patra Niaga berkomitmen hadirkan 573 penyalur BBM Satu Harga.

Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir (BPH) meresmikan 47 penyalur BBM Satu Harga yang tersebar antara lain Nusa Tenggara Barat (2), Nusa Tenggara Timur (10), Sulawesi Barat (1), Sulawesi Utara (2), Sulawesi Tengah (8), Maluku (5), Maluku Utara (6), Papua (10), dan Papua Barat (3).

Dia menceritakan berbagai tantangan yang dihadapi guna menyalurkan BBM Satu Harga, terutama di daerah 3T yang memerlukan berbagai moda transportasi, mulai dari darat, air, dan udara.

“Dalam proses pendistribusian BBM Satu Harga cukup jamak terjadi pergantian moda transportasi hingga 4 sampai 5 kali, hingga BBM sampai di lembaga penyalur dan kepada masyarakat. Bahkan di daerah tertentu seperti Puncak Jaya Papua, bisa mencapai 6 bahkan 8 kali. Namun, ini adalah komitmen Pertamina Patra Niaga untuk melaksanakan amanah memastikan akses energi bagi masyarakat,”kata Alfian.

Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan pihaknya mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memastikan serta menjamin penyaluran energi, terutama ketersediaan BBM yang terjangkau di seluruh pelosok negeri.

“Dari target 92 titik lembaga penyalur BBM Satu Harga tahun 2022, saat ini terealisasi 69 titik, artinya masih ada target yang perlu kita penuhi. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat telah mendukung pelaksanaan Program BBM Satu Harga, mudah-mudahan manfaat kehadiran BBM Satu Harga ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian di wilayah 3T, dan menjadi perwujudan energi berkeadilan bagi masyarakat Indonesia,”ungkap Erika.(net)

Kredit

Bagikan

BERITA TERKAIT