Harga BBM Shell Turun Nyaris Seribu, Pertamax Siap Menyusul?

user
adminoke 24 April 2022, 10:47 WIB
untitled

Jakarta, KRSUMSEL.com - Shell Indonesia kembali melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per Jumat, 22 April 2022 ini. Ini kali ketiga Shell melakukan penyesuaian harga bensin selama periode April 2022.

Berdasarkan pengumuman resmi di situs Shell Indonesia, per Jumat, 22 April 2022 ini, perusahaan menurunkan harga untuk tiga jenis BBM, yakni Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+.

Harga bensin Shell Super dengan nilai oktan (RON) 92 atau setara dengan bensin Pertamax yang dijual Pertamina tercatat turun Rp 650 menjadi Rp 15.850 per liter dari Rp 16.500 per liter yang berlaku sejak 4 April 2022 lalu.

Kemudian, Shell V-Power (RON 95) turun Rp 750 menjadi Rp 16.750 per liter dari sebelumnya Rp 17.500 per liter. Lalu, Shell V-Power Nitro+ (RON 98) turun Rp 290 menjadi Rp 17.750 per liter dari Rp 18.040 per liter.

Sementara harga Shell V-Power Diesel tercatat masih sama alias tidak mengalami perubahan, yakni tetap dibanderol Rp 18.100 per liter.

Harga tersebut berlaku untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

Seperti diketahui, Shell mulanya melakukan penyesuaian harga pada 2 April 2022 di mana harga Shell Super dinaikkan menjadi Rp 16.000 per liter dari sebelumnya pada periode Maret 2022 sebesar Rp 12.990 per liter.

Lalu, pada 4 April 2022, Shell kembali menaikkan harga Shell Super menjadi Rp 16.500 per liter.

Lantas, bagaimana dengan bensin Pertamina? Apakah akan ikut menurunkan harga BBM?

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari PT Pertamina (Persero) apakah harga Pertamax akan ikut turun. Pertamina sendiri telah mengerek harga BBM sejak 1 April lalu.

Kenaikan harga BBM terjadi pada BBM non subsidi seperti Pertamax, Dexlite, Pertamax Turbo dll. Sedangkan harga BBM bersubsidi Biosolar dan Pertalite masih tetap.

Di samping itu, rencana untuk menaikkan harga Pertalite, minyak diesel alias Solar, dan Elpiji ukuran 3 kg kian makin mengemuka. Hal ini pun disebabkan oleh harga minyak dunia yang terus naik.

Kredit

Bagikan