Diva Melenting di Loncat Tinggi Galah, Raih Emas dan Pecahkan 2 Rekor

oleh -125 pembaca

Mimika, krsumsel.com – Wakil DKI Jakarta Diva Renata Jayadi menunjukkan hasil sip dari nomor loncat tinggi galah putri di PON XX/2021 Papua. Atlet 19 tahun itu berhasil meraih medali emas dan memecahkan dua rekor sekaligus.
Dalam perlombaan di Stadion Atletik Mimika Sport Complex, Mimika, Selasa (12/10/2021), bersaing melawan sesama wakil DKI Jakarta, Diva berhasil membuat loncatan tertinggi 4,00 meter.

Dengan loncatan itu, Diva berhasil melampaui rekor PON milik Ni Putu Desi Margawaty dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Putu Desi membuat loncatan 3,65 di PON 2000.

Pesaingnya, Jelita Nara, hanya dapat membuat loncatan tertinggi 3,85 meter. Jelita juga mewakili DKI.

Dengan hanya dua peserta, hanya yang terbaik yang diganjar medali. So, cuma Diva yang naik podium.

“Senang banget, medali ini untuk mama, papa, pelatih juga, seluruh warga DKI Jakarta dan semua yang sudah mendukung. Sampai sekarang aku masih deg-degan, apalagi saat perlombaan ,” kata Diva.

Selain berhasil memecahkan rekor PON, Diva, yang menjalani debut di PON kali ini juga berhasil memecahkan rekor nasional junior atas namanya sendiri. Diva pemegang rekor loncat galah putri junior dengan loncatan 3,83 meter dan mencetaknya saat tampil di Asean Schools Games 2019.

“Yang penting loncat melewati rekor pribadi di sini. Itu cukup memuaskan,” ujar putri Dedeh Erawati itu.

Pelatih Diva, Hidayatun, mengapresiasi pencapaian Diva. Tetapi, sejatinya, dia berharap Diva bisa memecahkan rekor nasional yang dibuat oleh Putu Desi di tahun 2002.

“Bersyukur bisa mencetak rekor loncat tinggi galah PON dan rekor junior atas namanya sendiri,” kata Hidayatun.

“Tetapi, sebenarnya, target untuk dia di PON ini lebih dari itu, seharusnya bisa dapat rekor nasional. Tetapi ada kendala angin saat perlombaan,” dia menjelaskan.

Hidayatun menyebut Diva menjalani persiapan selama empat tahun terakhir. Makanya, dia percaya diri mematok target emas dan pecah rekor PON ataupun rekornas.

Diva diharapkan makin bersinar di masa datang. Utamanya, di level internasional.

“Peluang untuk memperbaiki capaian loncatan masih sangat terbuka. Sudah begitu pesaing-pesaing di level Asia Tenggara mulai pensiun. Diva berada di saat yang tepat untuk bisa mendapatkan prestasi bagus di level internasional,” ujar Hidayatun.(*)

SUMBER