Banjir di Lebak Mulai Surut

oleh -90 pembaca

Lebak, KRsumsel.com -Banjir yang melanda enam kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, mulai surut dan warga mulai membersihkan rumah dari genangan air yang bercampur lumpur dengan sampah.

 

“Kami hari ini kembali ke rumah untuk bersih-bersih setelah air banjir surut,” kata Mimin (45) warga Sentral Kelurahan Rangkasbitung Barat Kabupaten Lebak, Rabu.

 

Warga di sini mulai kembali ke rumah masing-masing setelah tinggal di pengungsian karena dilanda banjir hingga ketinggian 80 sentimeter.

 

Banjir yang menimpa pemukiman padat penduduk itu kali pertama warga hingga mengungsi.

 

Padahal, kata dia, banjir sebelumnya begitu cepat air surut.

 

“Kami merasa senang bisa kembali menempati rumah setelah banjir surut dan mulai membersihkan beberapa perabotan rumah tangga, seperti meja dan kursi,” katanya menjelaskan.

 

Ketua Rukun Tetangga 02/11 Kampung Sentral Kelurahan Rangkasbitung Barat Kabupaten Lebak Ata mengatakan saat ini warganya yang terdapat banjir sekitar 45 kepala keluarga sudah kembali ke rumah masing-masing setelah banjir surut.

 

Banjir kali ini, kata dia, terparah karena warga harus tinggal di pengungsian.

 

Kemungkinan besar banjir itu akibat drainase kecil juga banyak sampah, sehingga arus air tidak berjalan.

 

“Kami berharap pemerintah daerah dapat membangun drainase yang besar sehingga debit air mengalir, ” katanya menjelaskan.

 

Begitu juga Nana (55) warga Pasir Kongsen Kelurahan MC Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak mengatakan dirinya kini kembali ke rumah setelah banjir surut sambil membersihkan perabotan rumah tangga yang terkena lumpur.

 

“Kami berharap tidak terjadi banjir susulan, meskipun curah hujan masih berpeluang sore hingga malam dengan intensitas deras dan sedang, ” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan, jumlah rumah warga yang terendam banjir di enam kecamatan tercatat 1.239 unit dan mereka tersebar di Rangkasbitung, Lebak Gedong, Kalanganyar, Cibadak, Warunggunung dan Cikulur.

 

Masyarakat diimbau tetap waspada banjir susulan karena potensi hujan masih tinggi.

 

“Beruntung, bencana alam itu tidak ada korban jiwa,” katanya.(Anjas)