Krsumsel.com, Cilacap – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Jawa Tengah mencatat, wilayah terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026 mencapai 95 desa/kelurahan di 20 kecamatan. Jumlah ini melampaui kondisi kemarau 2023 yang mencakup 85 desa/kelurahan.
“Jumlah wilayah terdampak kekeringan pada 2026 melampaui catatan musim kemarau 2023 yang juga dipengaruhi fenomena El Nino,”kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo di Cilacap, Senin (19/10).
Akan tetapi kata dia, cakupan tersebut masih di bawah hasil pemetaan potensi kekeringan yang pernah dilakukan BPBD Kabupaten Cilacap, yakni sebanyak 105 desa dan kelurahan di 20 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau.
Baca juga: Polisi Buru Pemilik Narkoba Etomide Senilai Rp2,8 Miliar di PIK
Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya menyalurkan bantuan air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan karena berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap
Awal musim hujan 2026/2027 di wilayah Kabupaten Cilacap diprakirakan mulai pada dasarian kedua November hingga dasarian pertama Desember 2026 atau mundur sekitar dua hingga lebih dari tiga dasarian (sekitar 20–30 hari) dibandingkan kondisi normal.
“Total distribusi bantuan air bersih hingga 19 Oktober 2026 telah mencapai 1.829 tangki atau setara 9,239 juta liter untuk memenuhi kebutuhan 31.239 keluarga atau 70.557 jiwa yang terdampak kekeringan,”katanya.
Ia mengatakan, bantuan tersebut berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Cilacap sebanyak 427 tangki atau 2,13 juta liter, sedangkan 1.402 tangki atau 7,109 juta liter lainnya berasal dari berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan bantuan masyarakat.
Menurut dia, sejumlah lembaga turut berkontribusi dalam penyaluran bantuan tersebut, antara lain Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap, Pertamina Patra Niaga, Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, Lazis Muhammadiyah, Lazis Nahdlatul Ulama, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Baznas Kabupaten Cilacap, serta berbagai instansi dan kelompok masyarakat lainnya.
“PMI Kabupaten Cilacap menjadi salah satu kontributor terbesar dengan menyalurkan 513 tangki atau 2,565 juta liter air bersih. Sementara itu, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk menyalurkan 97 tangki atau 485.000 liter dan Lazis Muhammadiyah sebanyak 93 tangki atau 489.000 liter,”katanya.(net)















