Krsumsel.com, Situbondo – Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Angkatan Pertahanan Ausralia (Australian Defence Force/ADF) melakukan latihan bersama untuk meningkatkan kemampuan taktik patroli dan penghadangan di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran Situbondo Jawa Timur.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Situbondo, Sabtu (17/10), latihan bersama militer Indonesia dan militer Australia ini merupakan bagian dari rangkaian Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 yang dilaksanakan pada 10-20 Oktober.
Latihan move patrol ambush ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi, ketangkasan dan respons cepat prajurit saat beroperasi di medan hutan pada tingkat regu.
Skenario latihan taktik patroli itu, prajurit TNI dan Angkatan Pertahanan Australia bergerak dalam formasi taktis terintegrasi dan melintasi area yang diasumsikan sebagai wilayah rawan musuh.
Serdadu kedua negara itu saling bertukar prosedur standar operasi dengan fokus pada kelancaran komunikasi saat merespons ancaman mendadak di sepanjang rute patroli.
Baca juga: Kabut Asap Paksa Sejumlah Penerbangan di Palu Batal
Integrasi pasukan TNI dan ADF kemudian diuji melalui eksekusi penghadangan dan prosedur konsolidasi setelah penghadangan atau post ambush action. Latihan taktik patroli ini menjadi momentum bagi TNI dan ADF untuk memperkuat kemampuan di tingkat taktis.
Latihan bersama ini sekaligus menegaskan komitmen TNI meningkatkan profesionalisme prajurit, sekaligus menjadi wujud diplomasi militer Indonesia dalam mempererat kepercayaan dan hubungan bilateral di kawasan Indo-Pasifik.
Prajurit Yonif 521/DY dipimpin Dantim Letda Inf Imanuel Lumingkewas, sementara personel dari Angkatan Pertahanan Australia dipimpin Lt. Glare.(net)














