PRABUMULIH, KRSUMSEL.COM – Ditengah dinamika kebutuhan energi nasional yang kian mendesak, Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4) kembali menorehkan catatan gemilang.
Melalui PEP Prabumulih Field, inovasi pengeboran hulu migas berteknologi tinggi berhasil diterapkan di Struktur Gunung Kemala, membuka lembaran baru efisiensi operasional tanpa mengorbankan keselamatan kerja.
Lompatan Produksi di Sumur GNK-115
Sejak 21 Juli 2026, pengembangan Sumur GNK-115 dan sekitarnya digarap menggunakan teknik batch drilling—metode mutakhir di mana beberapa sumur berdekatan dibor secara bertahap tanpa harus membongkar pasang rig pengeboran.
Hasilnya sangat memuaskan. Berdasarkan uji alir awal (initial flow test) secara natural open flow pada 5 Oktober 2026, Sumur GNK-115 mencatatkan potensi produksi minyak sebesar 2.423,29 BOPD dan gas mencapai 1,95 MMSCFD.
Pencapaian ini tidak datang secara kebetulan. General Manager PHR Zona 4, Heru Irianto, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari semangat inovasi berkelanjutan.
”Seluruh insan PHR Zona 4 terus berinovasi dalam mendukung ketahanan energi nasional. Pencapaian di Sumur GNK-115 menjadi pemacu semangat kami untuk tak pernah berhenti mencari terobosan-terobosan baru yang andal dan berkelanjutan,” ujar Heru.
Lebih hebatnya lagi, operasi di sumur ini ditutup dengan catatan keselamatan gemilang: 57.288 jam kerja selamat (safe man hours) sejak pertama kali tajak, membuktikan komitmen tinggi terhadap aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta Operational Excellence.
Baca juga; Astra Motor Sumsel Hadirkan Promo Spesial Shocktober
Solusi Jenius hemat Lahan hingga 80%
Selain mendongkrak produksi, penerapan batch drilling di Struktur Gunung Kemala menghadirkan revolusi dalam efisiensi pembebasan lahan.
Asst. Manager Drilling Operation Area 2 PHR Zona 4, Anton Budi Prasetio,menjelaskan bahwa pengelompokan lima sumur ke dalam satu klaster terpusat memangkas kebutuhan lahan secara drastis,dalam metode konvensional, satu lokasi sumur rata-rata memerlukan lahan seluas 2 hektar. Artinya, untuk membuka lima sumur secara terpisah, dibutuhkan total lahan hingga 10 hektar.
”Melalui batch drilling dalam satu klaster, penggunaan lahan dapat dioptimalkan dan dihemat secara signifikan, di mana total kebutuhan lahan untuk kelima sumur tersebut dapat ditekan menjadi sekitar 2 hektar saja.
“Kita bisa hemat untuk pembebasan lahan dalam satu klaster sumur ini kita bisa optimalisasi dan menghemat pembebasan lahan sekitar 8 hektar.”Jelas Antoni didepan para awak media,pada Kamis (15/10/2026).
Sinergi Teknologi Dual Completion
Keunggulan klaster ini kian sempurna tatkala diintegrasikan dengan teknologi produksi dual completion. Jika metode konvensional memproduksi sumur secara bergantian—menunggu satu string selesai sebelum beralih ke string berikutnya—pendekatan dual completion memungkinkan kedua string diproduksi secara simultan.
Strategi terpadu ini tidak hanya mendongkrak kecepatan operasional, tetapi juga memaksimalkan recovery produksi minyak dan gas di lapangan mature Zona 4.
Menatap Masa Depan Energi Regional Sumatra
Keberhasilan di Sumur GNK-115 menyusul sukses pengembangan Sumur GNK-114 pada akhir September lalu (yang memadukan batch drilling dan dual completion). Ke depan, PHR Zona 4 bersiap menuntaskan rangkaian pengeboran serupa di sumur GNK-PD68 dan GNK-PD79.
Senior Manager Subsurface and Development and Planning (SSDP) PHR Zona 4.
Reza Nur Ardianto, menyampaikan optimismenya,”Kami akan menjadikan pencapaian ini sebagai catatan dalam upaya mengoptimalkan pengurasan minyak dan gas di lapangan mature Zona 4 dan terus melakukan inovasi dalam mendukung ketahanan energi.
Sebagai informasi, PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja strategis (PEP Prabumulih, Limau, Adera, Pendopo, Ramba, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai) yang tersebar di dua kota dan sembilan kabupaten di Sumatra Selatan di bawah koordinasi SKK Migas Sumbagsel. Dengan inovasi seperti batch drilling, Pertamina terus membuktikan bahwa kedaulatan energi negeri dirajut melalui efisiensi cerdas, teknologi modern, dan kepedulian lingkungan.(Roy)















