KRSumsel.com, Tangerang – Kolaborasi strategis antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan, Pemprov Sumsel, HIPMI Sumsel, dan industri jasa keuangan (IJK) dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan muda kian menunjukkan hasil gemilang.
Hal ini dibuktikan melalui kesuksesan para pengusaha muda Bumi Sriwijaya yang berhasil mengamankan tujuh kesepakatan perdagangan internasional pada ajang prestisius Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026. Tak tanggung-tanggung, total potensi nilai transaksi yang diraih mencapai USD15.523.392 dan Rp26,3 miliar, atau jika dikalkulasikan setara dengan Rp306,34 miliar (dengan asumsi kurs Rp18.040 per dolar AS).
Ajang yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, ini menjadi wujud nyata keberhasilan program pengembangan ekosistem “100.000 Sultan Muda Sumsel”. Inisiatif tersebut terbukti ampuh mendorong pelaku usaha muda lokal untuk menembus pasar global, terutama lewat komoditas unggulan daerah seperti produk turunan kelapa, kopi khas Sumatra, hingga olahan kerupuk.
Selama pameran berlangsung, para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI Sumsel tampil aktif melalui booth pameran khusus. Kehadiran mereka tidak hanya sukses memikat calon pembeli internasional untuk memperluas jejaring bisnis, tetapi juga menjadi etalase sukses bagi produk-produk unggulan asal Sumatera Selatan di kancah dunia.
Tujuh kesepakatan perdagangan internasional tersebut melibatkan empat perusahaan, dengan rincian sebagai berikut:
1. PT Awan Crackers Food Indonesia menjalin tiga kesepakatan perdagangan, yaitu dengan Lunchuan Gaosheng Trading Company asal Tiongkok untuk komoditas kerupuk udang sebanyak 25 ton per bulan senilai Rp11,3 miliar per tahun; dengan JIN JIH BAO AN asal Taiwan untuk komoditas lada hitam dan lada putih senilai Rp15 miliar per tahun; serta dengan Guangzhou LJ International Trade Co., Ltd. asal Tiongkok untuk komoditas kerupuk senilai USD1 juta per tahun.
2. PT Razade Coconut Indonesia menjalin dua kesepakatan perdagangan komoditas kelapa segar dengan Hainan Yezhenxiang Food Co. Ltd dan Wenchang Giant Trade Co. Ltd, keduanya asal Tiongkok, masing-masing senilai USD4,5 juta per tahun, dengan total potensi nilai mencapai USD9 juta per tahun.
3. PT Fornax Charcoal International menjalin kesepakatan perdagangan dengan Urus Ltd asal Rusia untuk komoditas arang tempurung kelapa dengan potensi nilai mencapai USD5 juta hingga akhir tahun 2027.
4. PT Agri Ekspor Indonesia menjalin kesepakatan perdagangan dengan Kontinent LLC asal Rusia untuk komoditas biji kopi dengan potensi nilai mencapai USD523.392 hingga akhir tahun 2027.
Baca juga: Polresta Barelang Sita 8.664 Botol Miras Tanpa Izin Edar
Penandatanganan kesepakatan perdagangan internasional tersebut turut disaksikan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, dalam rangkaian TEI 2026.
Ketujuh kesepakatan tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program 100.000 Sultan Muda Sumsel dalam memperluas akses pasar dan membangun kemitraan bisnis internasional.
Kesepakatan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi kontrak perdagangan dan realisasi ekspor yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Sumatera Selatan di pasar global.
Melalui kolaborasi strategis ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Perdagangan berperan dalam penguatan promosi produk unggulan dan perluasan akses pasar ekspor, sementara OJK Provinsi Sumatera Selatan bersama industri jasa keuangan mendorong peningkatan akses pembiayaan serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan untuk mendukung pengembangan usaha.
Sinergi tersebut turut diperkuat HIPMI Sumatera Selatan melalui pengembangan jejaring bisnis dan kemitraan antarpengusaha muda.
Kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini semakin menunjukkan keberhasilannya dalam membangun ekosistem kewirausahaan muda yang berorientasi pada pasar global.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti nyata kemajuan program 100.000 Sultan Muda Sumsel dalam meningkatkan daya saing pengusaha muda dan memperluas peluang ekspor daerah.
“Kesepakatan perdagangan ini menunjukkan bahwa pengusaha muda Sumatera Selatan memiliki kapasitas dan daya saing untuk menjangkau pasar global. Keberhasilan ini juga mencerminkan semakin kuatnya kolaborasi OJK, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, HIPMI, dan industri jasa keuangan dalam mengembangkan ekosistem 100.000 Sultan Muda Sumsel, sehingga semakin banyak pengusaha muda mampu meningkatkan skala usaha, memperluas akses pasar, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Arifin.
Program 100.000 Sultan Muda Sumsel menjadi wadah kolaborasi pengembangan kewirausahaan muda melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, penguatan jejaring bisnis, serta pemanfaatan produk dan layanan sektor jasa keuangan.
Keberhasilan pengusaha muda dalam menjalin kemitraan perdagangan internasional pada TEI 2026 menunjukkan bahwa pengembangan ekosistem tersebut mulai memberikan hasil konkret, sekaligus memperkuat peran Sultan Muda Sumsel Center sebagai ruang kolaborasi bagi pengusaha muda dan berbagai pemangku kepentingan.
















