BI Layani Penukaran Rupiah pada 16 Kabupaten di Wilayah 3T Tanah Papua

oleh

Krsumsel.com, Jayapura – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Papua melaksanakan layanan penukaran rupiah pada 16 kabupaten yang tersebar pada empat provinsi se-Tanah Papua khususnya di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Pelaksana harian (Plh) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua David Sipahutar di Jayapura, Kamis (15/10) mengatakan, sepanjang April hingga September 2026 pihaknya telah melakukan layanan Kas Keliling Luar Kota (KKLK) sebanyak 25 kali pada 16 kabupaten di wilayah 3T.

“Layanan kas keliling tersebut menjangkau wilayah Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan. Di mana pelaksanaannya sendiri dilakukan melalui jalur darat, udara, laut dan sungai sesuai kondisi geografis masing-masing daerah,”katanya.

Menurut David, layanan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah cukup, pecahan sesuai kebutuhan, serta dalam kondisi layak edar hingga ke pelosok daerah.

Baca juga: Komisi XIII DPR Ingatkan Asap Karhutla Berpotensi Langgar HAM

“Masyarakat di pegunungan, pesisir, hingga pulau-pulau terluar berhak memperoleh Rupiah dengan kualitas yang sama seperti masyarakat di perkotaan,”ujarnya.

Dia menjelaskan, oleh karena itu dari total 25 kegiatan di mana sebanyak 10 kali dilaksanakan di Provinsi Papua, empat kali di Papua Pegunungan, enam kali di Papua Selatan dan lima kali di Papua Tengah.

“Kami mencatat dari keempat provinsi tersebut tingginya jumlah uang tidak layak edar (UTLE) ada di Kota Ilaga Kabupaten Puncak yakni 113.882 lembar, kemudian disusul Sorendiweri Kabupaten Supiori sebanyak 109.654 lembar dan Mindiptana Kabupaten Boven Digoel sebanyak 106.585 lembar,”katanya lagi.(net)