Krsumsel.com, Gorontalo – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo meminta Pertamina menindak tegas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang meloloskan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak sesuai ketentuan, menyusul antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.
Juru Bicara Gubernur Gorontalo Alvian Mato di Gorontalo, Rabu (14/10) mengatakan, pengawasan perlu diperketat untuk mencegah pembelian BBM berulang menggunakan kode batang atau QR CodeMyPertamina, termasuk oleh kendaraan yang memiliki tangki modifikasi.
“Kita konsisten saja dengan aturan. Jangan mobil pribadi sudah tangkinya dimodifikasi, ulang ulang lagi mengisi tapi diloloskan oleh pihak SPBU. Pertamina tolong bertindak untuk oknum petugas yang meloloskan tidak sesuai ketentuan,”kata Alvian.
Berdasarkan Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 024/KOM/BPH.DBBM/2026, batas pembelian BBM subsidi menggunakan QR Code MyPertamina ditetapkan maksimal 50 liter per hari untuk mobil pribadi, 80 liter per hari untuk kendaraan umum roda empat berbahan bakar solar, serta 200 liter per hari untuk kendaraan roda enam atau lebih. Sementara itu, ambulans mendapat batas maksimal 50 liter per hari.
Pemprov Gorontalo juga menyoroti pengisian BBM menggunakan kendaraan tanpa surat tanda nomor kendaraan (STNK), serta pengisian menggunakan galon yang diduga turut menyebabkan antrean semakin panjang.
Baca juga: Siap-siap Jadi Pemenang! Transaksi Sekarang dan Rebut Mobil Impian di Bagi-Bagi Bahagia Telkomsel
Alvian mengatakan, pengawasan juga perlu menyasar sepeda motor dengan tangki modifikasi yang diduga melakukan pengisian berulang.
Menurutnya, praktik tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh oknum untuk menimbun BBM subsidi dan menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi.
“Sudah jadi rahasia umum kalau situasinya antre begini pasti dimanfaatkan oknum untuk menimbun dan menjual kembali dengan harga tinggi. Tidak selesai urusan antrean kalau oknum petugas SPBU nakal tidak ditindak,”tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengundang Satuan Tugas (Satgas) BBM dan pihak Pertamina pada Selasa (13/10) pagi untuk membahas kondisi pasokan dan antrean BBM di daerah tersebut.
Dalam pertemuan itu, pihak Pertamina menyebut keterlambatan kapal menjadi salah satu kendala distribusi BBM ke Gorontalo. Namun, kapal pengangkut BBM telah tiba sejak Senin (12/10) dan pasokan telah disalurkan ke SPBU.(net)













