PRABUMULIH, KRSUMSEL.COM — Komitmen PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field dalam menghadirkan praktik hulu migas yang ramah lingkungan dan berdampak sosial membuahkan hasil manis.
Bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 ini sukses memborong enam penghargaan sekaligus pada ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 di Westin Resort Nusa Dua, Bali.
Apresiasi bergengsi yang diserahkan pada 10 September 2026 tersebut diraih berkat konsistensi perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menumbuhkan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi.
”Dalam upaya mendukung ketahanan energi nasional, Pertamina EP Prabumulih Field tak hanya berhenti pada tugas memenuhi pasokan minyak dan gas. Kami juga terus merumuskan berbagai terobosan baru untuk menghadirkan operasi hulu migas berkelanjutan,” ujar Pjs. Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field, Haris Fadilah.
Baca juga: Polsek Plakat Tinggi Lakukan Pengecekan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting
Dari total enam kategori yang dimenangkan, PEP Prabumulih Field memborong empat predikat Platinum dan dua predikat Emas.
Penghargaan Platinum: Diraih pada kategori Penurunan Emisi, Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemar Air, Pengelolaan Sampah, serta Perlindungan Keanekaragaman Hayati.
Penghargaan Emas: Diraih pada kategori Efisiensi Energi dan Pemanfaatan Limbah B3.
Inovasi Berbasis Teknologi dan Konservasi Alam
Keberhasilan meraih predikat tertinggi tidak lepas dari terobosan operasional yang aplikatif. Pada kategori Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemar Air, PEP Prabumulih Field mengandalkan inovasi Gate Valve Pneumatic berbasis kontrol Android.
Teknologi ini memungkinkan proses buka-tutup valve pipa dilakukan dari jarak jauh, sehingga langkah antisipasi pencegahan tumpahan minyak di sekitar tangki dapat merespons lebih cepat.
Sementara itu, pada kategori Penurunan Emisi, perusahaan mengoptimalkan penyerapan karbondioksida dan menekan emisi flare melalui pemanfaatan Renewal Heat Exchanger tipe Shell and Tube. Langkah ini terbukti mendongkrak keandalan operasi sekaligus menjaga kualitas gas agar sesuai dengan target produksi serta Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG).
Tak hanya berfokus pada efisiensi teknologi, aspek pelestarian lingkungan hidup turut diwujudkan lewat program konservasi pohon Angsana (Pterocarpus Indicus) yang berstatus endangered (terancam punah) dalam daftar merah IUCN. Mengusung metode SIG-Nature, program ini menerapkan pembibitan menggunakan zat pengatur tumbuh alami untuk menghijaukan lahan marginal, sekaligus memberdayakan masyarakat agar memiliki keterampilan konservasi tanaman yang berkelanjutan.
Sekilas tentang PHR Zona 4
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra. Zona ini mengoperasikan tujuh wilayah kerja hulu migas—termasuk PEP Prabumulih Field—yang tersebar di dua kota dan sembilan kabupaten di wilayah Sumatra Selatan di bawah koordinasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel.(Roni)














