Krsumsel.com, Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu memeriksa dan memverifikasi ulang data 4.322 penerima bantuan sosial (Bansos) yang terindikasi terlibat aktivitas judi online atau daring (Judol) di wilayah tersebut.
Pemeriksaan dan verifikasi ulang tersebut dilakukan guna memastikan kebenaran data serta menentukan kelayakan penerima bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Untuk yang terindikasi judol tersebut masih memerlukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut. Oleh karena itu, penerima yang masuk dalam daftar indikasi belum dapat langsung dinyatakan terbukti terlibat judi online,”kata Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Afriyenita di Bengkulu, Sabtu (10/10).
Hal tersebut dilakukan karena saat ini sejumlah bantuan, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH), masih tertahan di bank sehingga belum dapat disalurkan kepada penerima yang bersangkutan.
Oleh karena itu, tim dari Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial telah turun langsung ke Kota Bengkulu untuk melakukan pengecekan dan verifikasi ulang.
“Dari Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial sudah turun ke Kota Bengkulu untuk melakukan pengecekan terkait bantuan sosial PKH yang tidak tersalurkan. Bagi penerima yang terkonfirmasi terindikasi judi online, bantuannya masih tertahan di bank dan belum bisa disalurkan,”ujar dia.
Baca juga: Nelayan SBT Hanyut Semalaman Akibat Kehabisan BBM Ditemukan Selamat
Dinsos Kota Bengkulu akan terus berkoordinasi dengan pendamping PKH dan pihak terkait untuk memastikan proses verifikasi berjalan dengan baik. Pemeriksaan dilakukan agar keputusan terkait penyaluran maupun penahanan bantuan didasarkan pada hasil pengecekan yang sesuai ketentuan.
Melalui proses tersebut, pemerintah daerah juga berupaya memastikan masyarakat yang benar-benar memenuhi persyaratan tetap memperoleh hak bansos. Dengan demikian, penyaluran bansos diharapkan dapat berlangsung lebih tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Afriyenita menyebut, saat ini Dinas Sosial Kota Bengkulu telah melakukan pembahasan bersama pihak terkait untuk menindaklanjuti kondisi tersebut, dan pendamping PKH juga turun langsung menemui penerima bantuan guna melakukan klarifikasi dan pendataan.
Untuk itu, Dinsos Kota Bengkulu berkoordinasi dengan pendamping PKH dan pihak terkait guna memastikan proses verifikasi berjalan dengan baik.
Ia menyebut, pemeriksaan dilakukan agar keputusan terkait penyaluran maupun penahanan bantuan didasarkan pada hasil pengecekan yang sesuai ketentuan.(net)














