Krsumsel.com, Bengkulu – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu menyebut, saat ini wilayah Bengkulu memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan pada pertengahan Oktober 2026.
Memasuki masa peralihan dari kemarau ke penghujan, suhu panas di Provinsi Bengkulu tercatat mencapai 33 derajat Celsius sehingga masyarakat di wilayah tersebut masih merasakan cuaca panas, terutama pada siang hari.
“Untuk musim hujannya akan masuk di bulan Oktober, Oktober pertengahan seperti itu,”kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu Anre Alfando di Kota Bengkulu, Selasa (6/10).
Baca juga: TNI AD Tambah Kodam Baru untuk Permudah Mengamankan Wilayah RI
Untuk kondisi angin kata dia, masih tergolong sedang dengan kecepatan mencapai 15 knot. Sementara itu, untuk hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan masih berpotensi terjadi selama beberapa hari ke depan, khususnya di sejumlah wilayah Bengkulu bagian utara, seperti Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Bengkulu Utara.
Anre mengatakan, untuk kondisi perairan Bengkulu juga diprediksi mengalami gelombang tinggi hingga dua meter di bagian utara yaitu di wilayah Bengkulu Bagian Selatan, seperti di Perairan Pulau Enggano hingga Samudra Hindia Barat Bengkulu dengan tinggi gelombang dapat mencapai 2,5 meter.
“Untuk kondisi gelombang tersebut masih berada dalam kategori sedang, namun masyarakat diminta tetap waspada menghadapi perubahan cuaca dan terus mengikuti informasi prakiraan cuaca terbaru dari BMKG,”ucapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menyiagakan tim yang terdiri dari 16 personel untuk siaga 24 jam guna mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan lainnya.
Hal itu karena intensitas hujan diperkirakan meningkat pada Oktober 2026 dan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya banjir, tanah longsor dan lainnya khususnya untuk kawasan rawan genangan air.(net)














