Krsumsel.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil seorang pihak swasta untuk diperiksa sebagai saksi pada pengembangan penyidikan dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi Jawa Barat.
“KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi RIS selaku pihak swasta,”kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Senin (28/9). Budi mengatakan, pemeriksaan terhadap RIS diagendakan bertempat di Gedung Merah Putih KPK Jakarta.
Kasus tersebut bermula saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi pada 18 Desember 2025. Beberapa pihak yang ditangkap adalah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan ayahnya HM Kunang.
Pada 20 Desember 2025, KPK menetapkan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, ayah Bupati Bekasi sekaligus Kepala Desa Sukadami Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi HM Kunang, serta pihak swasta bernama Sarjan sebagai tersangka kasus dugaan suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
KPK mengatakan, Ade Kunang dan HM Kunang merupakan terduga penerima suap, sedangkan Sarjan sebagai terduga pemberi suap. Selain itu, KPK menduga Sarjan memberikan uang kepada Ade Kunang dan ayahnya hingga mencapai Rp11,4 miliar.
KPK pada 10 September 2026 mengumumkan pengembangan penyidikan kasus tersebut dengan menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) umum per Agustus 2026. Dengan demikian, belum ada seorang pun yang ditetapkan sebagai tersangka.(net)
Polri Buka Penerimaan Siswa SMA KTB Angkatan Ketiga 2027–2028
Jakarta,
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membuka penerimaan siswa baru Sekolah Menengah Atas Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) angkatan ketiga tahun ajaran 2027–2028 yang dimulai dari tanggal 28 September hingga 28 Oktober 2026.
Kepala Biro PID Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Saptono Erlangga Waskitoroso mengatakan, peluncuran sistem penerimaan murid baru (SPMB) SMA KTB ini dihadiri langsung Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Deddy Prasetyo di Mabes Polri Jakarta, Senin (28/9).
Baca juga:Basarnas Cari Penumpang KMP Cemerlang 55 Jatuh di Gilimanuk
“Pagi hari ini barusan kami melaksanakan launching sistem penerimaan murid baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Proses penerimaan berlangsung selama satu bulan, dimulai dari hari ini, sampai tanggal 28 Oktober,”katanya di Mabes Polri, Senin (28/9).
Kepala Biro Watpres SDM Polri Inspektur Jenderal Polisi Budhi Herdi Susianto menjelaskan, tata laksana penerimaan murid baru SMA KTB untuk angkatan ketiga yang masih menggunakan metode yang sama pada angkatan pertama dan kedua.
Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan itu mengatakan, SMA KTB sampai saat ini masih terus berlanjut, untuk angkatan pertama dan kedua saat ini sudah memasuki kelas X dan XI.
“SMA KTB secara resmi sudah mendapatkan sertifikat IB World School (kurikulum internasional). Dengan sertifikat ini, kami membuka kembali penerimaan murid baru untuk angkatan ketiga yang akan masuk mulai tahun ajaran di 2027-2028,”kata Budhi.
Untuk metode penerimaannya masih sama dengan angkatan sebelumnya, yakni mempersyaratkan lulusan SMP dengan nilai rapor semester I sampai IV rata-rata 80 untuk tiga mata pelajaran, yakni matematika, IPA, dan Bahasa Inggris.
Pelaksanaan seleksi kata dia, dilakukan sebanyak tiga tahap. Pertama, di tingkat daerah atau di tingkat kabupaten yang dilaksanakan secara daring. “Untuk tahap pertama ini tesnya berupa TPA (tes potensi akademik-red),”terangnya.
Dari hasil tes TPA ini, selanjutnya disaring sebesar 20 persen untuk mengikuti tes tingkat daerah yang menggunakan NST mata pelajaran. Kemudian, dari tes daerah akan diambil sebanyak 300 orang untuk mengikuti tes di tingkat pusat.(net)














