Satu Hari, Dua Jiwa Palembang: Ampera Bersolek Kebaya, BAM Bergetar Gema Zikir

oleh

KRSumsel.com, Palembang – Bersiaplah menyaksikan sudut paling ikonik di Kota Palembang bersalin rupa. Pada Minggu, 19 Juli 2026 mendatang, Jembatan Ampera dan Bundaran Air Mancur (BAM) akan menjadi panggung bagi dua perhelatan raksasa yang menyatukan harmoni budaya dan spiritualitas: Parade Kebaya Pecah Rekor MURI serta Zikir Akbar & Edukasi Pencegahan LGBT.

​Langkah kolosal ini disepakati dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Asisten I Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin, di Kantor Dinas Kebudayaan pada Selasa (14/7/2026).

Fokus utamanya? Sinkronisasi waktu agar kedua acara besar ini berjalan beriringan dengan tertib, aman, dan penuh toleransi.
​
Jembatan Ampera: Catatan Sejarah Kebaya & Songket Mendunia
​Di atas megahnya Jembatan Ampera, ribuan wanita akan tumpah ruah dalam balutan warna-warni anggun untuk merayakan Hari Kebaya Nasional 2026. Bukan sekadar parade biasa, aksi ini membawa misi besar: memecahkan Rekor MURI Dunia!

​Ketua Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sumsel, Hj. Nyayu Helen Ganefo, mengungkapkan antusiasmenya:
​”Parade berkebaya dan berkain songket di sepanjang Jembatan Ampera ini adalah bukti nyata semangat kita dalam melestarikan sekaligus membumikan kebaya dan kain songket khas Sumatera Selatan ke panggung dunia.”

Baca juga: Pemkab Natuna Gandeng APH Awasi Pupuk dan Pestisida Bantuan

​Bundaran Air Mancur: Gema Doa untuk Moralitas Bangsa
​Hanya selemparan batu dari Ampera, suasana syahdu akan menyelimuti area Bundaran Air Mancur (BAM) tepat di depan Masjid Agung Palembang. Mulai pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, para ulama, tokoh masyarakat, dan ribuan jemaah akan berkumpul untuk mengetuk pintu langit.

​Agenda religi ini akan diisi dengan:
​Khataman Al-Qur’an
​Lantunan Zikir dan Selawat
​Tausiah Agama & Edukasi Sosial
​Ulama kharismatik Palembang, Habib Ghasim Alkaf, menegaskan bahwa gerakan moral ini sangat krusial di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.

​”Kita berdoa supaya negeri kita diselamatkan Allah dari LGBT. Kami juga mendorong pemerintah untuk segera mengeluarkan peraturan daerah (perda) sebagai langkah preventif demi melindungi moral generasi muda,” tegasnya.

​Harmoni dalam Sinkronisasi
​Mengatur dua massa besar di satu titik nadi kota tentu bukan perkara mudah. Namun, Pemerintah Kota Palembang optimis bahwa kedua acara ini justru akan menjadi potret indahnya toleransi dan kerja sama di Bumi Sriwijaya.

​Asisten I Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin, menjelaskan bahwa kunci kesuksesan agenda ini terletak pada kedisiplinan jadwal.

​”Dalam rapat ini kita mengatur waktu dengan sangat detail agar kedua kegiatan saling mendukung, berjalan lancar, dan saling menghargai satu sama lain,” pungkas Sulaiman.
​
Akhir pekan ini, Palembang tidak hanya akan bersolek dengan keindahan wastra tradisionalnya, tetapi juga diperkuat oleh benteng spiritualitas warganya. Catat tanggalnya dan bersiaplah menjadi bagian dari momen bersejarah ini! (edi)