KRSumsel.com, Jambi – Telkomsel menggelar Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 di SMK Negeri 2 Jambi pada Kamis (5/2). Sebagai kelanjutan dari edisi Cimahi, program ini fokus membekali generasi muda dengan literasi digital dan pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) secara Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif (BAIK).
Kegiatan utama yaitu: Edukasi Menyeluruh: Meliputi AI Camp Training, workshop untuk siswa, guru, dan orang tua, serta diskusi panel bersama pakar teknologi. Visi Masa Depan: Mendukung perwujudan Indonesia Emas 2045 dan penguatan perlindungan anak di ruang digital (PP TUNAS). Roadshow Nasional: Setelah Jambi, rangkaian IBFEST akan berlanjut ke Pontianak (22 April) dan berakhir di Surakarta (30 April 2026).
Hal ini disampaikan Erliendra Ramadhan selaku Manager Mobile Consumer Branch Telkomsel Jambi, , mengatakan antusiasme peserta di Jambi menunjukkan semangat generasi muda dalam memanfaatkan AI sebagai sarana berkolaborasi dan berinovasi.
Baca juga: Muba ‘Gas Pol’ Perlindungan Sosial di 2026
“Melalui Internet BAIK Festival, Telkomsel ingin memastikan generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak, kreatif, dan produktif. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen Telkomsel Jaga Cita dalam menghadirkan ekosistem digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan,” ujar Erliendra.
Ia menambahkan, dukungan Telkomsel terhadap pengembangan talenta digital juga diwujudkan melalui berbagai platform pembelajaran seperti Ilmupedia, Skul.id, Kuncie, dan by.U, kegiatan AI Camp Training, pelajar diajak belajar secara praktik melalui tiga arena utama. Arena Creativa mengajak siswa mengeksplorasi seni berbasis AI, mulai dari pembuatan musik, film pendek, poster bergerak, hingga ilustrasi digital. Arena Syntech mendorong siswa mengembangkan solusi digital praktis seperti aplikasi sederhana, mini games edukatif, dan prototipe produk digital. Sementara arena Cyberlite memperkuat literasi keamanan digital melalui pembuatan kampanye kreatif terkait bahaya deepfake, gerakan “Saring Before Sharing”, serta edukasi anti-scam.
Lebih lanjut dikatakannya, selain itu, IBFEST juga menghadirkan AI Workshop yang disesuaikan dengan peran masing-masing peserta dalam ekosistem pendidikan. Siswa mendapatkan materi “Generative AI 101 & Praktik AI Kreatif”, guru memperoleh pembekalan “AI in Education & Digital Safety” untuk mendukung metode pembelajaran berbasis teknologi, sedangkan orang tua memperoleh panduan “Safe & Smart Parenting di Era AI” untuk mendampingi anak beraktivitas di dunia digital secara aman. Rangkaian kegiatan juga diperkuat melalui seminar bertajuk “AI untuk Masa Depan yang BAIK” serta sosialisasi PP TUNAS sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan dan kenyamanan anak dalam ruang digital.
“Selama satu dekade penyelenggaraan, program Internet BAIK telah memberikan dampak positif bagi ekosistem pendidikan digital di Indonesia. Pada Series 9, lebih dari 10.000 pelajar, guru, dan orang tua dari 124 kota/kabupaten berpartisipasi dalam program ini. Sejak 2016, Internet BAIK telah menjangkau lebih dari 41.000 pelajar di 1.484 sekolah, melibatkan lebih dari 9.500 guru, orang tua, dan komunitas di 296 kota/kabupaten, serta melahirkan lebih dari 1.600 Agents of Change dan 1.624 karya Digital Creative Content.
Informasi lebih lanjut mengenai Internet BAIK Festival Series 10 dapat diakses melalui internetbaik.id.” pungkasnya. (edi)

















