Meulaboh, KRsumsel.com – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) bersama dengan Komite Peralihan Aceh (KPA) menyerahkan tujuh ekor sapi kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai bagian dari tradisi meugang menyambut bulan suci Ramadhan di Kabupaten Aceh Barat.
“Kami memberi apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan mahasiswa STIK-PTIK bersama KPA, dalam menjaga dan merawat tradisi meugang melalui aksi nyata berbagi kepada masyarakat,”kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan di Meulaboh, Kamis (19/3).
Menurutnya, Meugang bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan cerminan nilai solidaritas dan kebersamaan yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Kegiatan seperti ini dinilai mampu memperkuat ikatan sosial, menumbuhkan empati, serta memastikan kehadiran seluruh elemen dapat benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan.
Baca juga: Tujuh Dai Dilepas Kemenag Sumsel ke Wilayah 3T Empat Lawang
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini. Semoga semangat berbagi dan kepedulian sosial terus terjaga, sehingga keberkahan Ramadhan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,”ungkapnya.
Ia mengatakan, tujuh ekor ternak sapi yang dibagikan kepada masyarakat tersebut, telah diserahkan secara merata kepada warga yang membutuhkan, di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Aceh Barat.
Mahasiswa STIK-PTIK bersama unsur KPA dan masyarakat setempat turut bergotong royong dalam proses penyembelihan hingga pendistribusian daging, mencerminkan nilai sama rasa tanpa sekat status sosial.
Kegiatan ini kata dia, menjadi bukti bahwa semangat pengabdian tidak hanya hadir dalam bentuk pengamanan dan pelayanan, tetapi juga dalam sentuhan kemanusiaan yang nyata.
Mahasiswa STIK-PTIK menunjukkan bahwa kehadiran mereka di tengah masyarakat bukan sekadar simbol institusi, melainkan bagian dari keluarga besar masyarakat Aceh yang ikut merasakan denyut tradisi dan budaya lokal.
“Momentum Meugang kali ini juga mempererat sinergi antara generasi muda, tokoh masyarakat, dan elemen organisasi daerah. Kebersamaan yang terbangun menjadi pesan kuat bahwa Ramadhan adalah tentang empati, dan memastikan tidak ada yang merasa sendiri dan tidak ada yang tertinggal dalam merasakan nikmatnya berbagi,”kata Yhogi Hadisetiawan.(net)
















