Pangkalpinang, KRsumsel.com – TNI Angkatan Laut (AL) memamerkan barang sitaan sekitar 496 ton timah hasil penggagalan penyeludupan di Perairan Bangka di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai komitmen matra TNI tersebut memberantas penyeludupan yang merugikan pemerintah dan masyarakat.
“Kami sangat mendukung langkah tegas TNI AL dalam menjaga sumber daya alam sekaligus melindungi nelayan,”kata Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani dalam keterangan pers diterima insan pers di Pangkalpinang, Senin (16/2).
Baca juga: Hari Ini dan Besok, Kawasan Monas Dibuka Hingga Pukul 22.00 WIB
Ia mengatakan, dalam kunjungan kerja Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Provinsi Kepulauan Babel, TNI AL memperlihatkan barang bukti hasil penggagalan penyelundupan timah sekitar 496 ton terdiri dari pasir timah, balok timah dan koin timah.
“Penindakan ini sebagai langkah tegas TNI AL untuk melindungi sumber daya alam Kepulauan Babel dari praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat,”katanya.
Ia menegaskan, pengamanan laut dari praktik ilegal seperti penyeludupan sumber daya alam dan tindak kejahatan lainnya di laut ini tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga kesejahteraan masyarakat pesisir di daerah kepulauan ini.
“Kekayaan laut ini harus dilindungi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat lokal daerah ini,”katanya.
Ia sangat mengapresiasi dan mendukung langkah tegas aparat dalam menjaga sumber daya alam sekaligus melindungi nelayan.
“Kolaborasi pemerintah daerah dan TNI AL harus terus dijaga supaya keamanan dan kesejahteraan bisa berjalan seiring,”katanya.(net)
















