PALEMBANG, KR Sumsel – Dalam rangka memperingati HUT (Hari Ulang Tahun) ke-11 Tahun 2026, PT Satria Bahana Sarana (PT SBS) menyerahkan bantuan berupa susu dan makanan tambahan kepada masyarakat yang membutuhkan di Tanjung Enim dengan tema “Komitmen Bersama Mewujudkan Generasi Sehat”.
Di lokasi lainnya yakni di Kecamatan Lawang Kidul, PT SBS juga melakukan penanaman pohon dengan mengusung tema “Menanam Hari Ini Menjaga Kehidupan Masa Depan”.
Untuk kegiatan penyerahan bantuan berupa susu dan makanan kepada masyarakat yang membutuhkan dilaksanakan pada 28 Januari 2026 di Puskesmas Tanjung Enim dan dihadiri oleh Sekretaris Perusahaan PT Satria Bahana Sarana (PT SBS), Yudhi Wibowo, Kepala Puskesmas Tanjung Enim, dr. Zalma dan Plt Camat Lawang Kidul.

Sedangkan penanaman pohon dilaksanakan di Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul yang dihadiri oleh Manajer Manajemen Mutu & K3L Korporat Tinon sanyoto,AM CSR & Komunikasi Korporat PT SBS Auliya, Humas Gito Siswanto didampingi jajaran.
Hadir juga dalam acara tersebut Plt Camat Lawang Kidul Yudha Pratama S.STP., MM, Danramil Tanjung Enim Kapten Inf Kamalundin dan Kepala Desa (Kades) Lingga Hisri.
Humas PT Satria Bahana Sarana (PT SBS), Gito Siswanto, Selasa (3/2/2026) mengatakan, penyerahan bantuan berupa susu dan makanan tambahan kepada masyarakat yang membutuhkan serta penanaman pohon tersebut merupakan rangkaian dari HUT PT SBS ke-11 tahun.
Dikatakannya, untuk penyerahan bantuan berupa susu dan makanan kepada masyarakat yang membutuhkan yang digelar di Puskesmas Tanjung Enim merupakan bentuk PT SBS ingin mewujudkan generasi sehat yang selaras dengan tujuan pemerintah.
“Semoga dengan bantuan susu dan makan tambahan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Kemudian untuk penanaman pohon
di Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul, sambung Gito, merupakan bentuk PT SBS menjaga kelestarian alam.
“Pohon adalah paru-paru dunia, sehingga dalam rangka HUT ke-11 PT SBS melakukan penanaman pohon yang tujuannya akan berdampak untuk kelangsungan masa depan dan melestarikan alam,” ungkap Gito. (***)



















