KRSumsel.com, Palembang – Bank Indonesia dan TP2DD Sumsel menggelar Capacity Building serta Rakor Survei IETPD Semester II 2025 di Palembang. Agenda ini bertujuan memperkuat sinergi dan kapasitas pemangku kepentingan dalam mengakselerasi digitalisasi transaksi pemerintah di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
IETPD mengukur kesiapan digitalisasi daerah melalui aspek implementasi, realisasi, dan lingkungan strategis yang dievaluasi setiap semester. Pada Semester I 2025, seluruh wilayah Sumatera Selatan (Provinsi dan 17 Kabupaten/Kota) berhasil mencapai level ‘Digital’, predikat tertinggi dalam indeks ini.
Kegiatan dibuka oleh M. Aries Permadi selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan dan dihadiri oleh narasumber dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri, yaitu Analis Keuangan Negara Ahli Muda Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Radityo Putumayor serta Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Muda Penata Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Dalam Negeri, Ochtavian R. Pelealu. Turut hadir Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Bapak Dr. H. Achmad Rizwan, S.STP, MM, perwakilan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan, TP2DD kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, serta Bank Sumsel Babel. Ni. Knookkk km
M. Aries Permadi dalam sambutan nya menyampaikan apresiasi atas kinerja TP2DD Provinsi Sumatera Selatan yang berhasil meraih predikat TP2DD Terbaik I Provinsi di Wilayah Sumatera pada Championship TP2DD Tahun 2025.
Baca juga: Bupati OI Bersama Gubernur Sumsel Pantau Jalan dan Jembatan Rusak
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Daerah dalam mendorong percepatan dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) secara berkelanjutan. Namun demikian, disamping pencapaian pada aspek outcome, masih terdapat ruang penguatan khususnya pada aspek proses dan output.
Oleh karena itu, TP2DD di setiap daerah diharapkan semakin proaktif dalam memperkuat koordinasi lintas instansi, meningkatkan kualitas capacity building, serta memastikan penatausahaan dan dokumentasi kegiatan dilakukan secara tertib dan berkelanjutan.
“Penguatan program unggulan TP2DD yang terstruktur, terukur, dan memiliki identitas yang jelas juga dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan transformasi digital daerah. Hal ini akan memberikan nilai tambah dalam penilaian Championship TP2DD, sekaligus memperkuat branding inovasi digitalisasi di masing-masing daerah.” ujarnya.
Pada sesi capacity building, para narasumber memberikan penguatan teknis terkait pemanfaatan diagnostic tools untuk mengidentifikasi capaian dan area perbaikan implementasi ETPD, serta pendalaman pemanfaatan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI) untuk meningkatkan kualitas pelaporan dan konsistensi data keuangan daerah. Salah satu fokus utama kegiatan adalah optimalisasi pengisian Survei IETPD Semester II Tahun 2025.
Pengisian survei diharapkan dilakukan secara akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan kondisi riil di daerah untuk menjaga kualitas serta kredibilitas hasil penilaian.
Selain itu, Bank Indonesia juga mendorong percepatan implementasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) sebagai instrumen untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah.
Melalui kegiatan ini, peserta juga diarahkan untuk mulai mempersiapkan dokumen Championship TP2DD Tahun 2026 serta melakukan finalisasi penyusunan Roadmap TP2DD Tahun 2026–2030 sebagai panduan kebijakan dan implementasi ETPD ke depan.
Sinergi yang semakin kuat antar pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat transformasi digital transaksi Pemerintah Daerah dan meningkatkan kualitas layanan publik di Provinsi Sumatera Selatan. (edi)















