Ternate, KRsumsel.com – Basarnas Ternate Maluku Utara menghentikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap Wildan (50) korban kecelakaan laut berupa kapal tenggelam di perairan Desa Bibinoi Kabupaten Halmahera Selatan setelah memasuki hari ketujuh pelaksanaan operasi.
“Keputusan tersebut diambil sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) Basarnas yang menetapkan batas waktu pencarian selama tujuh hari,”kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate Iwan Ramdani di Ternate, Jumat (30/1).
Dia menyatakan, hingga hari ketujuh upaya pencarian dilakukan tim SAR gabungan belum membuahkan hasil.
Korban atas nama Doktor Wildan (50) dosen Universitas Khairun Ternate hingga kini belum ditemukan dan secara resmi dinyatakan hilang.
“Pencarian hari ini merupakan hari ke-7 sejak operasi SAR dilaksanakan. Sesuai dengan SOP, setelah tujuh hari operasi dan berdasarkan hasil koordinasi dengan tim SAR gabungan serta pihak keluarga korban, maka operasi SAR resmi ditutup,”ujarnya.
Ia menjelaskan, selama tujuh hari operasi, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian secara maksimal dengan membagi area pencarian ke dalam lima sektor. Operasi dilakukan sejak pagi hingga malam hari dengan melibatkan berbagai unsur, baik Basarnas maupun instansi terkait lainnya.
Baca juga: TNI AL Sita Dua Kontainer Arang Bakau untuk Diseludupkan
“Selama pelaksanaan operasi SAR dari pagi hingga malam hari, hasil pencarian masih nihil. Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, cuaca, serta kesepakatan bersama keluarga korban, korban dinyatakan hilang dan keluarga telah menerima secara ikhlas,”katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Iwan Ramdani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR gabungan.
Tim yang terlibat antara lain personel Kodim 1509/Labuha, Polres Halmahera Selatan, BPBD Halmahera Selatan, Dinas Perhubungan Halmahera Selatan, KPLP, serta perwakilan keluarga korban.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh potensi SAR dan tim SAR gabungan yang telah bekerja keras selama tujuh hari penuh dalam operasi pencarian ini,”katanya.
Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Jumat (23/1) lalu saat kapal tenggelam di perairan Desa Bibinoi Kabupaten Halmahera Selatan. Berdasarkan data sementara tim SAR gabungan, kapal tersebut mengangkut 59 penumpang.
Sebanyak 57 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia dan satu lainnya dinyatakan hilang, yakni Wildan.(net)


















