Tanjungpinang, KRsumsel.com – PT Garuda Indonesia Tbk menyiapkan maskapai Citilink untuk menggantikan operasional maskapai Garuda Indonesia yang rencananya mulai berhenti melayani rute Tanjungpinang-Jakarta di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) pada 10 Februari 2026.
“PT Garuda Indonesia memang akan menghentikan rute penerbangan Garuda Indonesia Jakarta-Tanjungpinang. Namun sebagai gantinya, mereka akan mengoperasikan armada Citilink setiap hari atau tujuh hari penuh selama seminggu,”kata Wakil Gubernur (Wagub) Kepri Nyanyang Haris Pratamura di Tanjungpinang, Kamis (29/1).
Kepastian itu disampaikan langsung Manajemen PT Garuda Indonesia kepada Wagub Nyanyang yang didampingi sejumlah Kepala OPD terkait saat bertemu di Jakarta, Rabu (28/1).
Pernyataan itu sekaligus menjawab surat yang dilayangkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad Nomor B/500.11/12/DISHUB-SET/2026 perihal permohonan keberlanjutan layanan penerbangan maskapai Garuda Indonesia di Bandara RHF, 6 Januari 2026.
Nyanyang mengatakan, penghentian operasional maskapai Garuda Indonesia tidak hanya berlaku di Bandara RHF Tanjungpinang, tetapi juga di beberapa bandara lain di Indonesia.
“Ada delapan atau sembilan bandara di Indonesia,”ujar dia. Kendati demikian, Wagub Nyanyang pun meminta Manajemen PT Garuda Indonesia agar maskapai penerbangan nasional itu tidak menghentikan operasionalnya di Bandara RHF Tanjungpinang.
Baca juga: Polda Metro Jaya Benarkan Ada Dua Laporan Terhadap Roy Suryo
Ia mengatakan, telah menyampaikan komitmen Pemprov Kepri untuk menjaga kestabilan jumlah penumpang agar maskapai Garuda Indonesia dapat terus beroperasi.
Salah satunya dengan memastikan seluruh keberangkatan ASN Pemprov Kepri yang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta berangkat menggunakan maskapai Garuda Indonesia dari Bandara RHF.
“Kita juga akan membicarakan hal ini agar dua pemerintahan daerah di Pulau Bintan, yakni Pemkot Tanjungpinang dan Pemkab Bintan untuk melakukan kebijakan serupa,”katanya menjelaskan.
Sebagaimana diketahui, Bandara RHF Tanjungpinang berada di Pulau Bintan, di mana di satu pulau itu terdapat tiga pusat pemerintahan, yakni Pemprov Kepri, Pemkot Tanjungpinang dan Pemkab Bintan.
Selain itu lanjut Nyanyang, pertimbangan lain yang disampaikan kepada Manajemen PT Garuda Indonesia untuk tidak menghentikan operasional di Bandara RHF Tanjungpinang adalah mengingat Pulau Bintan merupakan salah satu pulau pusat investasi dan pariwisata.
Ia mengatakan, dapat memastikan jumlah penumpang dari Jakarta ke Tanjungpinang meningkat pada beberapa bulan ke depan. Peningkatan penumpang seiring pelaksanaan sejumlah perayaan keagamaan, yakni Imlek dan Capgomeh dan Hari Raya Idul Fitri.
“Kita minta Garuda Indonesia setidaknya memperpanjang rencana penghentian operasional hingga April atau setelah lebaran Idul Fitri sembari mengevaluasi kembali rencana sebelumnya,”kata Nyanyang.
Sementara itu, Direktur Komersial PT Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim mengatakan penghentian operasional maskapai di sejumlah bandara di Indonesia itu karena perusahaannya tengah melakukan harmonisasi dan optimalisasi armada.
“Maskapai Garuda dimungkinkan kembali akan beroperasi di Bandara RHF Tanjungpinang pascaharmonisasi dan optimalisasi armada,”katanya singkat.
Sebagai informasi, selama ini pesawat Citilink dan Garuda Indonesia sama-sama beroperasi melayani rute penerbangan Jakarta-Tanjungpinang dan sebaliknya di Bandara RHF Tanjungpinang. Citilink beroperasi empat kali dalam seminggu. Sedangkan Garuda Indonesia melayani tiga kali penerbangan dalam seminggu.(net)

















