Rutan Padang Gagalkan Penyelundupan Smartphone ke Dalam Penjara

oleh

Padang, KRsumsel.com – Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Padang Sumatra Barat (Sumbar) menggagalkan penyelundupan satu unit alat komunikasi berupa gawai (smartphone) dari salah seorang pengunjung, Selasa (27/1).

Gawai tersebut diamankan petugas Rutan dari seorang pengunjung wanita berinisial Y, yang ia sembunyikan di dalam pakaian dalam.

“Petugas melihat gerak-gerik dari pengunjung yang mencurigakan, kemudian langsung melakukan pemeriksaan barang sesuai prosedur,”kata Kepala Rutan Padang Mai Yuidansyah di Padang, Rabu (28/1).

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan itulah kemudian petugas menemukan barang terlarang berupa gawai yang disembunyikan di dalam pakaian dalam..

“Barang terlarang itu langsung kami amankan sebagai barang bukti, selanjutnya akan dilakukan penanganan sesuai peraturan yang berlaku,”jelasnya.

Ia mengatakan, pengunjung bersangkutan langsung diinterogasi untuk mengetahui siapa narapidana atau tahanan yang akan menerima gawai tersebut.

Setelah mendapati nama dan identitas warga binaan sebagai calon penerima barang, pengunjung Y langsung dikeluarkan dari lingkungan Rutan Padang.

Mai menjelaskan, alat komunikasi dilarang masuk ke dalam penjara sebagaimana yang diatur oleh Permenkumham nomor 29 tahun 2017 yang mengubah Permenkumham Nomor 6 tahun 2013.

Pada substansinya aturan tersebut melarang keras narapidana atau tahanan untuk memiliki, membawa, atau menggunakan alat komunikasi (handphone) dan alat elektronik lainnya.

Keberadaan gawai di dalam lingkungan penjara dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Rutan Padang, serta dapat memicu perbuatan melawan hukum lainnya seperti pengendalian narkotika.

“Rutan Padang tidak ingin kecolongan terhadap barang terlarang apapun jenis dan bentuknya, kejadian ini adalah peringatan bagi kami bahwa potensi penyelundupan itu tetap ada,”jelasnya.

Baca juga: Gubernur Kepri Upayakan Garuda Tetap Beroperasi di Tanjungpinang

Mai selaku pimpinan rutan langsung menginstruksikan kepada seluruh petugas agar meningkatkan pengawasan, dan jeli memeriksa setiap barang titipan yang datang dari luar.

Untuk diketahui saat ini Rutan Padang yang berlokasi di Anak Air memiliki penghuni sebanyak 961 orang yang terdiri dari tahanan dan narapidana.(net)

BMKG Deteksi 46 Titik Panas di Riau

Pekanbaru,,
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru mendeteksi 46 titik panas di Provinsi Riau dengan yang terbanyak berada di Kabupaten Inderagiri Hilir yang jumlahnya 20 titik.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Yasir P menyampaikan, selain Inderagiri Hilir, sebaran titik panas ada di Kabupaten Bengkalis (13), Pelalawan (7), Rokan Hilir (4), dan Kepulauan Meranti dan Rokan Hulu masing-masing satu. Data tersebut berdasarkan pembaruan data hingga pukul 23.00 WIB, Selasa (27/1) malam.

“Kondisi ini menjadi perhatian seiring prakiraan cuaca di Riau yang masih didominasi cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal,”katanya di Pekanbaru, Rabu (28/1).

Sementara, di Pulau Sumatera terdeteksi 433 titik panas dengan Provinsi Aceh paling banyak dengan 259 titik. Kemudian Riau dan disusul Sumatera Barat (49), Sumatera Utara (43), Bengkulu (15), Lampung (14), Kepulauan Riau (5), Kepulauan Bangka Belitung dan Sumatera Selatan masing-masing satu.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, menyampaikan bahwa sejumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah terpantau di beberapa wilayah setempat dalam satu pekan terakhir.

“Memang ada beberapa titik kebakaran, tapi alhamdulillah sudah padam. Ada yang padam total, namun memang masih ada yang dilakukan pendinginan,”ujarnya.

Dikatakannya, di Kabupaten Kampar terdeteksi dua titik kebakaran dan seluruhnya telah padam. Kabupaten Bengkalis terdapat tiga titik yang kini dalam tahap pendinginan.

Sementara itu, di Kabupaten Kepulauan Meranti juga ditemukan tiga titik kebakaran yang telah padam dan masih dilakukan pendinginan. Untuk wilayah Kota Pekanbaru terpantau empat titik dan seluruhnya telah padam total serta satu titik kebakaran tercatat di Kabupaten Kuantan Singingi.

“BPBD Riau terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan tidak terjadi kebakaran lanjutan, terutama di wilayah yang masih dalam tahap pendinginan,”katanya.(net) di