Jembatan Gantung jadi Jalan Baru ke Sekolah dan Sawah di Garut 

oleh

Jakarta, KRsumsel.com Kehadiran Jembatan gantung sepanjang 80 meter dengan lebar 1,20 meter kini menjadi jalan baru bagi anak-anak menuju sekolah, petani ke sawah serta warga untuk beribadah dan beraktivitas di kampung sebelah.

Jembatan itu menghubungkan Kampung Punaga Jolok dan Kampung Baru Desa Mandala Kasih Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut.

Kepala Desa Mandala Kasih Iwan Darmawan dalam pernyataan Tim Media Presiden di Jakarta, Minggu (25/1) menyampaikan, jembatan gantung yang dibangun TNI bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI) tersebut telah lama dinantikan masyarakat.

Jembatan ini menjadi akses vital bagi warga yang selama bertahun-tahun harus menempuh jalur berisiko atau memutar jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Alhamdulillah sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Mandala Kasih. Jembatan ini penting untuk kepentingan pertanian, perekonomian, kesehatan, dan keagamaan. Bahkan untuk mengurus administrasi ke desa pun jadi lebih cepat, karena sebelumnya harus berjalan hingga tiga kilometer,”ujar Iwan.

Sebelum jembatan ini dibangun, warga Kampung Baru yang berada di seberang Kampung Punaga Jolok terpaksa menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah maupun mengurus administrasi ke kantor desa. Alternatif lainnya adalah berjalan memutar dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

Baca juga: Lagi Main Handphone, HP anak Dijambret di Teras Rumah

“Dulu masyarakat saya kalau mau ke sekolah, mengurus administrasi ke desa, dan kegiatan ekonomi benar-benar terhambat karena harus menyeberang sungai. Alhamdulillah sekarang sudah ada jembatan dan sangat bermanfaat,”lanjutnya.

Iwan menjelaskan, warga Kampung Baru dan Kampung Punaga Jolok sempat terisolasi selama hampir dua tahun akibat jembatan lama rusak tersapu banjir. Kondisi material jembatan sebelumnya juga telah keropos akibat korosi, mengingat wilayah Desa Mandala Kasih berada dekat pantai dengan kadar garam udara yang tinggi.

Jembatan gantung yang baru rampung pada awal Januari 2026 ini dibangun dengan material yang lebih kokoh dan posisi yang lebih tinggi dari permukaan banjir. Jembatan ditinggikan sekitar 1,5 meter guna mengantisipasi debit air sungai yang meningkat saat curah hujan tinggi di wilayah hulu seperti Cikajang dan Cisompet.

“Sekarang jembatan sudah ditinggikan sekitar satu setengah meter. Dulu posisinya lebih rendah,”kata Iwan.

Atas rampungnya pembangunan jembatan tersebut, Iwan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Satgas Percepatan Pembangunan Jembatan, serta Vertical Rescue Indonesia (VRI) yang telah membantu membuka kembali akses masyarakat.

Ke depan, Iwan berharap jembatan gantung tersebut dapat ditingkatkan menjadi jembatan permanen yang dapat dilalui kendaraan roda empat. Hal ini dinilai penting untuk mempermudah pengangkutan hasil pertanian serta menjadi jalur alternatif saat jalur utama Pameungpeuk mengalami kepadatan, terutama pada musim libur dan hari besar nasional.(net)