OKI, KRSumsel.com – Menyikapi adanya keluhan dalam pemberitaan yang sempat beredar tentang PPPK paruh waktu di OKI yang meminta penyetaraan gaji”, pihak RSUD Kayuagung akhirnya angkat bicara.
Dalam pemberitaan tersebut adanya perbedaan gaji signifikan bagi PPPK paruh waktu di RSUD Kayuagung, khususnya antara tenaga bidan dan perawat yang disebut menerima Rp800 ribu, sementara bagian keuangan dikabarkan menerima hingga Rp1,7 juta.
Kepala Bidang Keuangan RSUD Kayuagung, Akka Ferdiansyah Jaya Saputra SE MM dengan tegas membantah informasi tersebut dan menyebutnya tidak sesuai fakta.
“Jelas itu hoaks. Tidak ada gaji Rp1,7 juta seperti yang diberitakan. Dasarnya dari mana? Sampai hari ini belum ada gajian sama sekali. SK KPA saja belum terbit, bendahara pun belum ditetapkan, bagaimana bisa muncul angka gaji,” tegas Akka, Kamis (22/1/2026), saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Menurut Akka, secara administratif proses penggajian PPPK paruh waktu di RSUD Kayuagung belum berjalan sama sekali, sehingga klaim mengenai nominal gaji yang sudah diterima oleh pihak tertentu dinilai sangat prematur dan menyesatkan.
“Belum ada slip gaji, belum ada penandatanganan, belum ada paraf. Saya sebagai Kabid Keuangan belum melakukan apa pun terkait penggajian PPPK paruh waktu. Jadi sangat tidak logis jika sudah disebutkan angka-angka tertentu,” jelasnya.
Akka juga menyayangkan adanya pemberitaan tersebut tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak yang berkompeten. Ia menegaskan, bahwa pihaknya selama ini selalu terbuka terhadap awak media.
“Saya selalu welcome kepada media, baik untuk konfirmasi maupun bertemu langsung. Tidak pernah menutup diri apalagi menghindar. Sangat disayangkan jika berita dikeluarkan tanpa klarifikasi. Mestinya jurnalis itu menelaah dulu, minimal bertanya kepada pihak terkait, termasuk saya selaku Kabid Keuangan,” ujarnya.
Ia bahkan mengaku mengetahui adanya pemberitaan tersebut justru dari unggahan di media sosial Facebook, bukan dari komunikasi langsung dengan media bersangkutan.
“Saya tahu informasinya saat membuka grup Siwe Morge di Facebook. Ini menimbulkan kesan seolah-olah ada pihak tertentu yang sengaja ingin menggiring opini atau menjatuhkan,” tambahnya. (lisa)














