Jakarta, krsumsel.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta Bank Jakarta dikelola secara independen dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Untuk itu Pramono juga berpesan, agar nilai-nilai dalam budaya korporasi (corporate culture) yang telah ditetapkan harus benar-benar dijalankan oleh seluruh jajaran.
“Sejalan dengan rencana Bank Jakarta mempersiapkan diri menuju ‘Initial Public Offering’ (IPO), pembentukan ‘corporate culture’ yang solid menjadi keharusan,”kata Pramono dalam rapat kerja Bank Jakarta Tahun 2026 di Jakarta Barat, Kamis (22/1).
Budaya kerja tersebut harus hidup dan menjadi bagian dari identitas perusahaan. “Salah satunya tercermin dari ketepatan waktu,”katanya.
Pramono juga menekankan keterbukaan dan kepercayaan publik merupakan syarat mutlak dalam pengelolaan perbankan daerah.
Ia berharap Bank Jakarta mampu menjadi BUMD perbankan yang dikelola secara profesional, tumbuh sehat dan memiliki daya saing tinggi. “Transparansi inilah yang saya terapkan dalam kepemimpinan sebagai Gubernur DKI Jakarta,”katanya.
Baca juga: Jalan Berlubang, Truk Terbalik di Jalur Pantura Karawang
Setiap keputusan strategis selalu diambil dalam forum rapat, bukan secara tertutup. Dengan begitu, tidak ada ruang bagi kepentingan pribadi, intrik maupun spekulasi.
“Saya berharap budaya transparansi ini juga dapat dibangun secara kuat di Bank Jakarta,”kata Pramono.
Pramono juga menyampaikan, DKI Jakarta saat ini berkontribusi sekitar 16,39 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Hal tersebut menjadi modal penting bagi Bank Jakarta untuk terus tumbuh dan berkembang secara sehat.
“Hal ini saya sampaikan di awal karena sesungguhnya Bank Jakarta patut bersyukur memiliki pemegang saham utama, yakni Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berada dalam kondisi keuangan sehat,”katanya.
Dengan demikian kata Pram, Bank Jakarta seharusnya dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Dirut Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menjelaskan, rapat kerja tahunan kali ini bertema “Rebound Faster to Achieve 1001″ yang berarti mempercepat pemulihan dan peningkatan kinerja.
“Achieve 1001” berarti komitmen target laba 2026 sebesar Rp1 triliun. Sebagai “milestone” penting untuk membangun rekam jejak kinerja yang sehat dan kredibel, sekaligus menyiapkan BUMD DKI Jakarta naik kelas.(net)


















