Jakarta, krsumsel.com – Anak perempuan dari pemengaruh (influencer) H yakni C yang diduga menjadi korban perundungan dan pelecehan seksual oleh teman sekolahnya di salah satu SMP Negeri Jakarta Timur masih mengalami trauma.
“Karena anak saya ternyata dari minggu-minggu lalu, dari yang pulang dari tahun baru, itu dia nangis terus. Saya tanya kenapa, tapi diam aja, dia menjawab ‘enggak, enggak kenapa-kenapa’,”kata H saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (21/1).
H menjelaskan, perubahan sikap C mulai terlihat sejak beberapa pekan terakhir. H menduga kondisi tersebut terjadi setelah anaknya mengetahui adanya rencana pembiusan oleh teman sekolahnya.
Saat itu, H sempat mengira anaknya murung karena dia jarang menjemput ke sekolah. Dia pun tidak langsung mengaitkannya dengan dugaan perundungan dan pelecehan
“Saya pikir saya yang salah kan karena saya jarang jemput atau apa. Tapi dia tidak ngomong. Baru ngomong ya minggu lalu itu pas saya ke sekolah,”ungkap H.
Baca juga: Sekda Bekasi Diperiksa KPK Terkait Kasus Ade Kunang
Selain itu, H melihat anaknya hampir setiap malam merasa gelisah. Bahkan, ketika H menjemput pun, C seperti merasa ketakutan. Menurut H, anaknya mengalami gangguan psikis tanpa mengada-ada.
“Jadi ketika dia melihat anak saya cerita di media sosial itu, disangka tidak kenapa-kenapa psikisnya. Lah, dia tidak tahu aja dia butuh kekuatan untuk cerita sama saya tuh,”katanya.
Hingga kini, H belum mengizinkan anaknya kembali bersekolah dan memilih untuk memulihkan kondisi psikologis C terlebih dahulu. “Anak aku sih lagi di rumah ya. Belum aku bolehin ke sekolah sampai masalah selesai dulu,”tegas H.
Anak perempuan dari influencer H, yakni C yang diduga menjadi korban perundungan (bullying) dan pelecehan seksual. Kasus ini bermula ketika salah satu teman anaknya berinisial R diduga mengajak C menyambut tahun baru.
Selain dugaan pelecehan seksual, H juga mengungkapkan bahwa anaknya mengalami perundungan verbal sejak Februari 2025 yang semakin intens terjadi pada November 2025.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur (Jaktim) II, Horale mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman kasus tersebut.
“Saat ini kami masih fokus pendalaman case yang terjadi dan berkoordinasi dengan dinas terkait,”kata Horale saat dikonfirmasi secara terpisah.(net)














