Pekanbaru, KRsumsel.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim mitigasi untuk menggiring beberapa individu diduga anak harimau di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan kembali masuk ke dalam kawasan hutan.
Kepala BBKSDA Riau Supartono menyampaikan, berdasarkan hasil identifikasi diketahui kemunculan satwa harimau Sumatera terdeteksi di perbatasan kawasan hutan yang merupakan bagian dari kantong (habitat) pergerakan alaminya.
Akan tetapi lokasi kemunculan berjarak cukup dekat dengan permukiman warga, yakni sekitar 200 hingga 300 meter.
“Jadi fokus utama tim saat ini adalah melakukan upaya penggiringan agar kawanan harimau tersebut bergerak kembali menjauh dari permukiman dan masuk ke dalam kawasan hutan yang lebih aman,”kata Supartono di Pekanbaru, Rabu (21/1).
Tim BBKSDA Riau di lapangan lanjutnya, menemukan indikasi bahwa terdapat lebih dari satu individu harimau. Satwa tersebut merupakan satu kesatuan keluarga yang terdiri atas satu induk dan anakan yang diperkirakan berusia 4 hingga 5 bulan.
Baca juga: Gelandangan dan Pengemis di Bengkulu Dibina dan Dilatih Kerja
“Pada usia tersebut, anak harimau masih berada dalam masa transisi penyapihan dan memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap induknya,”jelas Supartono.
Atas temuan itu, tim gabungan terdiri dari unsur TNI, Polri dan pihak Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) terdekat serta masyarakat setempat saat ini terus melakukan pemantauan intensif secara berkala.
Selain itu, tim juga memberikan edukasi kepada warga untuk selalu waspada dalam beraktivitas terutama pada waktu fajar dan menjelang malam.
Kemudian diimbau juga menjaga peliharaan ternak dengan aman dan tidak melepaskannya di area terbuka guna menghindari daya tarik bagi harimau untuk mendekati area permukiman serta tetap tenang. Tim juga melakukan sosialisasi dan himbauan untuk tidak merekam dan menyebarluaskan video penemuan harimau Sumatera.
“Sebab dikhawatirkan menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat dan menghindari informasi hoaks. Apabila menemukan penampakan harimau segera melaporkan kepada tim Balai Besar KSDA Riau jika melihat tanda-tanda keberadaan satwa tersebut,”pesan Supartono.(net)
















