Tanggul Pengaman Pantai Dibangun di Pulau Tidung

oleh

Jakarta, KRsumsel.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu membangun tanggul pengaman pantai di Pulau Tidung untuk mencegah abrasi dan gelombang laut di Pulau Tidung.

“Tanggul ini dibangun menggunakan kubus masif sebagai struktur utama untuk memperkuat garis pantai sekaligus melindungi permukiman warga dan fasilitas umum,”kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kepulauan Seribu Mustajab di Jakarta, Senin (19/1).

Ia mengatakan, pembangunan tanggul pengaman pantai di RT 007/02 itu berlokasi di sisi selatan Jembatan Cinta Kelurahan Pulau Tidung Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

Menurut dia, panjang tanggul yang dibangun mencapai 84 meter dengan ketinggian 2,5 meter. “Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 45 persen,”katanya.

Ia menjelaskan, pekerjaan telah dimulai sejak 12 Januari 2025 dan ditargetkan rampung dalam waktu 20 hari kerja.

Ia mengatakan, proses pembangunan dihadapkan pada tantangan cuaca, terutama ombak besar dan angin barat yang kerap menghambat aktivitas di lapangan.

Baca juga: Penambang di Pongkor Dievakuasi Sepekan Pasca Insiden Asap

“Kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri, tetapi petugas tetap berupaya maksimal agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu dengan mengutamakan keselamatan,”katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pantai Sudin SDA Kepulauan Seribu Wahyu Maulana menjelaskan, pembangunan tanggul tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat setempat.

Selain pemasangan kubus masif, pihaknya juga melakukan restorasi pantai sebagai langkah perlindungan jangka panjang.

“Saat ini kami juga melakukan restorasi pantai melalui pemasangan geobag di sisi utara Jembatan Cinta untuk menahan laju abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir,”kata dia.

Geobag adalah kantong kuat berbahan geotekstil (seperti karung) yang diisi material lokal seperti pasir atau tanah, berfungsi sebagai solusi teknik sipil untuk pengendalian erosi, stabilisasi lereng, perlindungan pantai dan pembangunan struktur sementara seperti tanggul atau pemecah gelombang secara ekonomis dan ramah lingkungan.

Menurutnya, pembangunan tanggul dan restorasi pantai diharapkan dapat memperkuat infrastruktur pengamanan pantai di Pulau Tidung serta mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.

“Kami berharap masyarakat turut menjaga hasil pembangunan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,”kata dia.

Pada pertengahan 2025, Suku Dinas Sumber Daya Air Kepulauan Seribu pernah melakukan sosialisasi pembangunan tanggul dan pemecah ombak (breakwater) di tiga kelurahan di kabupaten tersebut dengan biaya mencapai Rp82,48 miliar.(net)