Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hidupkan Kembali Kain Tapis Lampung Lewat UMKM Dela Tapis

oleh

Lampung, Krsumsel.com – Kain tapis yang dahulu hanya dikenakan pada acara adat seperti pernikahan, upacara tradisional, dan perayaan besar, kini tampil lebih modern melalui motif pucuk rebung, sasap, dan siger yang diaplikasikan pada blazer kantor, kemeja kasual, hingga sepatu. Melalui Dela Tapis sebagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) membuktikan bahwa warisan budaya Lampung dapat terus hidup dan relevan di era modern melalui keberanian berinovasi serta dukungan yang tepat.

Dela Tapis didirikan oleh Sutiyah pada 2014 dengan tiga misi utama, yakni melestarikan warisan budaya Lampung, memberdayakan perempuan, serta memodernisasi kain tapis agar dapat digunakan dalam produk fungsional sehari-hari. Nama “Dela” sendiri diambil dari nama panggilan sang pemilik.

“Saya melihat kain tapis sebagai warisan yang harus dijaga. Agar tetap diminati generasi muda, tapis perlu dihadirkan dalam bentuk yang lebih modern seperti blazer, kemeja, dan sepatu yang bisa dikenakan sehari-hari,” ujar Sutiyah.

Proses pembuatan tapis dilakukan dengan ketelitian tinggi, mulai dari pembidangan hingga penyulaman motif khas Lampung menggunakan benang emas. Berlokasi di Metro Timur, Kota Metro, Lampung, Dela Tapis mengembangkan produk fashion _ready-to-wear_ kasual hingga formal seperti blazer, kemeja, dan sepatu berbahan tenun tapis dengan kisaran harga Rp100 ribu hingga Rp1,2 juta, sekaligus memberdayakan 13 perempuan setempat.

Pada 2025, UMKM ini mencatat omzet rata-rata Rp5,5 juta per bulan, dengan para pekerja perempuan memperoleh penghasilan tambahan untuk mendukung kebutuhan keluarga dan pendidikan anak.

Baca juga: Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup untuk Rencana Ritual Adat

“Sebagian ibu-ibu yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan kini bisa bekerja, sementara lainnya terbantu menambah pendapatan untuk biaya sekolah anak. Saya senang bisa memberdayakan mereka sekaligus menjaga tradisi tapis tetap hidup,” tambah Sutiyah.

Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui pembinaan, pelatihan, promosi, serta partisipasi dalam berbagai event mendorong Dela Tapis semakin dikenal dan mampu menembus pasar modern, yang dibuktikan dengan raihan Juara 4 Lomba Paduan Wastra Desain se-Kota Metro. Selain berinovasi dalam produk, Dela Tapis juga menerapkan prinsip keberlanjutan dengan mengolah limbah kain menjadi aksesori.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa Dela Tapis merupakan contoh nyata bagaimana tradisi dapat terus hidup melalui inovasi.

“Melalui inovasi produk modern, Dela Tapis membuktikan warisan budaya tetap relevan dan diminati generasi muda. Kami bangga mendampingi upaya pelestarian budaya Lampung yang sekaligus memberdayakan 13 perempuan setempat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Dela Tapis turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).(****)