Bengkulu, KRsumsel.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mendorong seluruh masyarakat di wilayah tersebut berani menjalani pemeriksaan terhadap kemungkinan tertular virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).
“(Pemeriksaan sejak dini) justru ini menjadi indikator bahwa kesadaran masyarakat mulai tumbuh. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula pengobatan bisa diberikan,”kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu Nelli Hartati di Bengkulu, Minggu (18/1).
Ia menjelaskan, guna memutus mata rantai penularan sekaligus memastikan warga Kota Bengkulu yang terinfeksi virus HIV dapat segera mendapat pengobatan gratis yang disediakan pemerintah.
Sejak Januari hingga Desember 2205, di Kota Bengkulu tercatat 26 warga di wilayah tersebut terinfeksi virus HIV dan berpotensi bertambah pada 2026 seiring dengan pelacakan dan pemeriksaan secara aktif di fasilitas kesehatan.
Baca juga:Kapolda Tidak Tahu Motif Eks Anggota Brimob Aceh Gabung Tentara Rusia
Ia menjelaskan, dengan peningkatan temuan kasus HIV tidak selalu berarti lonjakan penularan, sebab data yang muncul karena layanan tes semakin mudah diakses dan masyarakat mulai terbuka memeriksakan diri.
Untuk itu, pemerintah kota memastikan pelayanan tes HIV tersedia secara gratis di fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk pemerintah, seperti Puskesmas, sedangkan kerahasiaan hasil pemeriksaan dijamin penuhnya.
“Kami mengajak masyarakat yang merasa rentan atau berisiko untuk tidak takut melakukan tes HIV. Pemeriksaan ini bersifat rahasia dan sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini,”ujar dia.
Selain itu, untuk orang dengan HIV (ODHIV) juga tidak otomatis kehilangan kualitas hidup, sebab melalui pengobatan yang tepat dan rutin, ODHIV tetap bisa beraktivitas normal, jika dapat dideteksi sejak dini dan rutin mengonsumsi obat.
Dinkes Kota Bengkulu terus memperkuat edukasi pencegahan, memperluas akses layanan tes HIV, dan menekan stigma yang masih melekat di masyarakat, sebagai salah satu upaya atau strategi jangka panjang pemerintah kota melakukan pengendalian dan mengantisipasi peningkatan kasus.
Ia menjelaskan, penularan virus HIV dapat secara cepat melalui cairan tubuh, seperti darah, hubungan suami istri tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta transfusi darah yang tidak steril.
Ia mengharapkan kelompok rentan tertular penyakit itu segera melakukan pemeriksaan diri lebih cepat.(net)
















