Mahasiswa yang Tenggelam di Pantai Batu Belayar Belitung Ditemukan Meninggal 

oleh

Sungailiat, krsumsel.com Tim gabungan Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil menemukan seorang mahasiswa dari perguruan tinggi di daerah itu atas nama Muhammad Aditya Tri Nugroho (19) asal Kota Pangkalpinang di Pantai Batu Belayar di Belitung dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangka Rusmansyah di Sungailiat, Rabu (14/1) mengatakan, korban ditemukan oleh tim gabungan pada pukul 06.30 WIB di koordinat 1°52’18.69″S 106°10’13.11″E dengan radial 0.3 NM / 88° dari LKP dalam keadaan meninggal dunia.

“Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah duka di Kota Pangkalpinang,”jelas dia.

Kejadian bermula pada Selasa (13/1) pukul 13.00 WIB, korban bersama rekannya Galih Illove Yustiro, Muhammad Alvin Suganda dan Sopian Hadi berenang menuju sebuah batu karang di pesisir pantai Batu Belayar.

“Korban bersama temannya sempat mencapai batu tersebut lebih dahulu, sementara Galih tidak mampu melanjutkan renang,”katanya.

Baca juga: Korban Meninggal di Aceh, Sumut dan Sumbar Capai 1.189 Jiwa

Dia mengemukakan, melihat kondisi Galih, Alvin dan Sopian kembali turun ke laut untuk menolongnya. Tanpa diketahui dua rekannya tersebut, korban Aditya juga ikut terjun untuk membantu.

Galih akhirnya berhasil ditarik ke atas batu oleh Alvin dan Sopian. Namun, Aditya belum berhasil mencapai batu akibat kuatnya gelombang laut.

Ia mengatakan, Alvin sempat kembali berenang untuk menolong Aditya, namun karena kelelahan dan kondisi ombak yang besar, ia tidak sanggup melanjutkan pertolongan. Alvin kemudian berenang ke tepi pantai untuk menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga.

Sementara itu, Galih yang berada di atas batu sempat dihantam ombak sebelum akhirnya berhasil berenang ke tepi pantai. Sopian bertahan di atas batu hingga akhirnya dievakuasi oleh Tim Gabungan. Ketiga saksi berhasil selamat dalam kejadian tersebut.

Dengan ditemukan korban, tim gabungan ditutup dan kembali ke satuan masing-masing.

“Saya imbau seluruh masyarakat dan pengunjung pantai supaya memperhatikan kondisi gelombang air laut sebelum mandi di pantai sebab gelombang pasang dan arus deras dapat terjadi kapan saja,”kata Rusmansyah.(net)