Depok, krsumsel.com – Thegar Setianegara, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) bersama MAIKRO Team berhasil meraih juara 2 dalam Ericsson Hackathon 2025 dengan tema “Indonesia’s NextGen Digital Sprint with 5G and AI”.
Ajang tersebut mempertemukan 30 finalis terbaik berasal dari berbagai negara, perguruan tinggi dan komunitas teknologi internasional untuk memperebutkan tujuh posisi unggulan.
Dekan FTUI Kemas Ridwan Kurniawan dalam keterangan di Depok, Sabtu (3/1) menilai, keberhasilan Thegar dan MAIKRO Team cerminan kualitas mahasiswa FTUI yang mampu merespons kebutuhan industri global melalui inovasi yang relevan dan adaptif.
“Prestasi Thegar dan MAIKRO Team mencerminkan kualitas mahasiswa FTUI yang mampu membaca kebutuhan industri dan menghadirkan inovasi yang relevan. Integrasi 5G dan AI dalam mAIkroskop adalah langkah maju yang menunjukkan kesiapan generasi muda dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi,”ujarnya.
Ia menjelaskan, komitmen FTUI menciptakan ekosistem inovasi yang mendukung mahasiswa untuk terus berkembang.
Baca juga: Besok Hingga 6 Januari, Maluku Utara Dilanda Cuaca Buruk
“FTUI akan terus memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkreasi, berkolaborasi, dan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Kami bangga atas capaian ini dan berharap muncul lebih banyak inovasi yang membawa manfaat bagi masyarakat luas,”ujarnya.
Prestasi MAIKRO Team tidak hanya mengharumkan nama FTUI, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di kancah inovasi internasional dalam bidang 5G, kecerdasan buatan, dan transformasi digital.
Inovasi mAIkroskop merupakan sistem inspeksi pintar berbasis mikroskop yang terintegrasi dengan jaringan 5G dan teknologi akal imitasi (AI) untuk mempercepat, membuat standar, serta meningkatkan akurasi proses analisis di laboratorium.
Melalui integrasi real-time streaming, pemrosesan data berbasis cloud dan edge computing, serta analisis otomatis berbasis AI, mAIkroskop mampu mentransformasi mikroskop konvensional menjadi perangkat digital modern.
Teknologi ini dapat memangkas waktu analisis yang sebelumnya memakan waktu hingga berminggu-minggu menjadi hanya hitungan menit, sekaligus meminimalkan potensi kesalahan manusia.
Inovasi tersebut dinilai strategis bagi sektor kesehatan, penelitian ilmiah, dan industri bioteknologi. Thegar Setianegara mengharapkan inovasi tersebut dapat memberikan dampak nyata.
“Kami ingin menghadirkan solusi konkret bagi laboratorium dan sektor kesehatan. Proses analisis mikroskopis sering kali membutuhkan waktu lama dan rentan terhadap human error. Dengan integrasi 5G dan AI, kami berharap mAIkroskop dapat membantu mempercepat dan menstandarkan proses analisis,”ujarnya.(net)


















