Polisi Tingkatkan Patroli Siber Cegah Teror Bom di Tangerang 

oleh

Tangerang, krsumsel.com Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang Polda Banten meningkatkan patroli siber di wilayah hukumnya tersebut sebagai langkah antisipasi/mencegah adanya ancaman teror bom selama masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah di Tangerang, Kamis (25/12) menyampaikan, upaya penguatan pengawasan siber ini juga sebagai respons serius atas adanya aksi teror di Bandung dan Depok dalam beberapa pekan ini.

“Tentunya juga di jajaran kepolisian, kami memiliki salah satu unit siber nanti kita ada siber patroli,”ujar Indra.

Ia mengatakan, dengan melakukan patroli siber ini dilakukan untuk bisa memantau dan menindak terhadap akun media sosial (medsos) yang membuat penyebaran informasi tentang indikasi teror di tengah masyarakat.

Selain itu lanjutnya, upaya peningkatan pengamanan dalam bentuk pengawasan dan sterilisasi akan dikerahkan dari jajaran kepolisian melalui unit Detasemen Khusus 88 Antiteror di beberapa titik objek vital.

“Kemudian juga kita selalu memonitor eks narapidana teroris (napiter) yang ada di wilayah kita. Memastikan bahwa tidak ada pergerakan mereka yang kembali ke aksi teror,”ujarnya.

Baca juga: 1.223 Dokumen Kependudukan Korban Bencana di Agam Diterbitkan 

Indra menambahkan, sebagai bentuk komitmen Polri dalam memastikan keamanan dari gangguan yang tidak diinginkan selama perayaan akhir tahun, maka pihaknya beserta Forkopimda setempat mengeluarkan kebijakan yang sifatnya membatasi segala aktifitas mengancam ketertiban umum.

Adapun dalam kebijakan itu diantaranya seperti melarang adanya kegiatan pesta kembang api berlebih hingga konvoi kendaraan roda dua dan empat selama malam Tahun Baru 2026.

Selanjutnya, untuk menambah pengamanan dilakukan secara menyeluruh melalui Operasi Lilin Maung 2025 dengan melibatkan personel gabungan TNI/Polri, Pemda serta dukungan organisasi kemasyarakatan.

“Ini memang sudah kesepakatan dari Frokopimda, dimana mungkin teman-teman sudah mendengar tahun ini kita sedang prihatin, dimana saudara-saudara kita sedang mendapatkan musibah bencana di Sumatera-Aceh,”kata dia.

Sebelumnya, pengancaman aksi teror bom di Indonesia terjadi sejak beberapa pekan ke belakang menjelang masa Nataru, yang diawali atas aksi teror dengan penemuan benda mencurigakan di depan GKPS Kosambi Bandung pada Jumat (19/12) lalu.

Disusul aksi serupa yakni pengancaman bom melalui surat elektronik (email) ke 10 sekolah di Depok, Jawa Barat pada (23/12). Pengirim email teror tersebut diketahui menggunakan nama Kamila Hamdi dengan alamat email kluthfiahamdi@gmail.com.(Net)