Tuntut Kepsek Dicopot, Siswa SMKN 1 Intan Gelar Aksi 

oleh

Indralaya, krsumsel.com – Ribuan siswa siswi Gelar aksi mogok belajar, ribuan siswa SMK Negeri 1 Indralaya Selatan (intan) Kabupaten Ogan Ilir, Senin, 6 Oktober 2025, aksi mogok belajar ini, adalah untuk menuntut diturunkannya Eddy Dharmansyah dari jabatan sebagai Kepala Sekolah.

Tuntutan ini dilakukan siswa, karena selama dipimpin oleh Eddy Dharmansyah, SMKN 1 Indralaya Selatan dinilai justru banyak permasalahan.

Sebelum melakukan aksi di sekolah, ribuan siswa SMKN 1 Indralaya Selatan ini terlebih dahulu menggelar longmarch dari Lapangan Permiri Meranjat 1 menuju SMKN 1 Indralaya Selatan.

Saat longmarch, siswa membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan tuntutan pencopotan Eddy Dharmansyah dari jabatannya sebagai Kepsek.

Menurut Ketua OSIS SMKN 1 Indralaya Selatan, Kelvin, selama kepemimpinan Eddy Dharmansyah, diduga telah melakukan korupsi dana BOS.

Baca juga: Provinsi Lampung Ditetapkan Sebagai Tuan Rumah Pornas Korpri 2027

“Kemudian, seragam siswa juga banyak yang belum menerima, padahal mereka sudah membayar full. Ada lagi pemotongan dana PIP sebesar Rp 50 ribu per orang,” paparnya.

Ada satu hal lagi yang paling mengejutkan, saat siswa menyampaikan ada dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang tenaga pendidik di sekolah tersebut.

“Kami minta pecat Pak Eddy, Pak Hendry, dan juga Pak Tomi yang diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap siswi,” pintanya.

Kelvin pun menyampaikan, siswa memberikan tenggat waktu hingga Kamis, 9 Oktober 2025 mendatang, untuk penyelesaian permasalahan ini.

“Kalau Hari Kamis tidak ada keputusan, kami akan melakukan aksi besar-besaran pada Hari Jumat,” tegasnya.

Aksi unjuk rasa siswa ini, diterima langsung oleh Koordinator Pengawas (Korwas) SMA dan SMK Provinsi Sumatera Selatan wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Efran Yudia, bersama Ketua MKKS SMK Kabupaten Ogan Ilir, Hafis.

Dalam kesempatan tersebut, Efran mengatakan, pihaknya akan membawa permasalahan ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.

“Kami langsung ke Disdik Provinsi Sumsel untuk menyampaikan aspirasi anak-anak ini. Setelah itu, kita menunggu hasilnya dari Disdik Provinsi,” ujarnya.(rul)