Kimia Farma Pangkas 11 Persen Kerugian jadi Rp126,44 Miliar

oleh

Jakarta, KRsumsel.com – PT Kimia Farma Tbk (kode saham KAEF) memangkas kerugian perusahaan selama tiga bulan pertama tahun 2025 sebesar 11 persen menjadi Rp126,44 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp141,84 miliar.

Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam dalam pernyataan di Jakarta, Kamis (32/7) menjelaskan, pada tahun lalu pihaknya menurunkan persentase beban pokok penjualan (COGS) sebesar 1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan beban usaha sebesar 15,68 persen yoy.

Pencapaian positif ini dilanjutkan oleh perseroan pada Januari hingga Maret 2025 yang mampu menurunkan persentase COGS sebesar 2 persen pada kuartal I 2025 menjadi Rp1,43 triliun dibandingkan dengan kuartal I 2024 sebesar Rp1,71 triliun.

Baca juga: Bocah 5 Tahun Nyasar di Pasar Induk Jakabaring Palembang

Beban usaha pada kuartal I 2025 juga turun sebesar 11 persen menjadi Rp763,26 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp855,40 miliar.

Disampaikannya, pihaknya terus menggencarkan transformasi bisnis, fokus efisiensi untuk mendorong peningkatan kinerja keuangan, serta melakukan inovasi.

Menurut dia, Kimia Farma sudah berkolaborasi dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam mengembangkan sel punca (stem cell) untuk pengobatan masa depan.

Stem cell ini digunakan dalam berbagai pengobatan seperti ortopedi, saraf kejepit, dan urologi. Sejak tahun 2024 fasilitas produksi stem cell telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Kimia Farma juga melakukan inovasi obat pereda nyeri berupa injeksi Fentakaf. Inovasi ini merupakan langkah nyata Kimia Farma, sebagai bagian dari Holding BUMN Farmasi, dalam memperkuat kemandirian kesehatan nasional. Fentakaf dapat mengurangi ketergantungan terhadap obat anestesi impor.(net)